Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Demi Konten di Medsos, Remaja 16 Tahun di Batang Tewas Usai Dikeroyok Geng Tawuran hingga Terjun ke Sungai

Syahaamah Fikria • Rabu, 26 Juni 2024 | 22:52 WIB
Wakapolres Batang Kompol Hartono saat konferensi pers pengungkapan kasus tawuran antargeng motor yang tewaskan seorang remaja di Batang, Rabu (26/6).
Wakapolres Batang Kompol Hartono saat konferensi pers pengungkapan kasus tawuran antargeng motor yang tewaskan seorang remaja di Batang, Rabu (26/6).

RADARSOLO.COM - Sekali lagi, seorang remaja harus kehilangan nyawa hanya demi konten di media sosial (medsos). Korban adalah MG, 16, asal Batang, Jawa Tengah yang mayatnya ditemukan terapung di Sungai Sambong, Batang, Rabu (19/6) lalu.

Sebelum ditemukan tewas di Sungai Sambong, remaja 16 tahun itu terlibat dalam tawuran geng motor, yang dilakukan demi konten di medsos.

Korban sendiri diketahui menghilang dari rumah selama tiga hari. Hingga akhirnya mayatnya ditemukan terapung di aliran sungai tersebut.

Wakapolres Batang Kompol Hartono mengatakan kasus itu terungkap dari adanya laporan dari masyarakat terkait penemuan mayat di alur Sungai Sambong pada Rabu (19/6).

Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi penemuan mayat tanpa identitas itu.

Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, diketahui korban tewas karena dikeroyok para pelaku saat tawuran geng motor, hingga terjun ke sungai.

"Korban merupakan korban penganiayaan secara bersama-sama oleh para pelaku," tutur Hartono, Rabu (26/6).

Polisi pun akhirnya menangkap 13 pelaku yang diduga melakukan penganiayaan hingga korban tewas.

Dari belasan pelaku yang ditangkap itu, lima di antaranya masih berstatus pelajar.

Saat penangkapan, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya sejumlah senjata tajam dan sepeda motor.

Sementara itu, salah satu pelaku, IJ, 18, mengaku, geng motor yang tawuran tak saling kenal.

Tawuran itu sendiri berawal dari aksi saling tantang melalui media sosial.

"Iya, tidak saling kenal, hanya melalui sosial media berkomunikasi. Ini memang demi konten," kata IJ. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#konten #remaja #geng motor #dikeroyok #medsos #batang #penemuan mayat #penganiayaan #tawuran