RADARSOLO.COM - Tewasnya dua warga Banjarmasin, Kalimantan Selatan diduga akibat mabuk kecubung, viral di media sosial.
Korban laki-laki yang sebelumnya viral lantaran tingkah anehnya saat mabuk kecubung di bawah jembatan flyover Banjarmasin, meninggal dunia menjalani peratawan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum, Jumat (5/7).
Sementara satu korban perempuan meninggal pada Selasa (9/7), juga setelah menjalani perawatan di RSJ Sambang Lihum.
Kasus kematian dua warga Banjarmasin itu sekaligus mengingatkan kembali akan bahaya kecubung, yang selama ini dikenal akan efek halusinasi dan euforianya.
Bahaya Buah Kecubung
Sekilas, kecubung ini tampak seperti biasa. Tanaman ini pun banyak dijumpai di lahan-lahan kosong atau pekarangan.
Namun, siapa sangka buah bulat hijau dengan duri-duri panjang itu mengandung senyawa tertentu yang bisa memberikan efek halusinasi.
Sehingga ada beberapa orang yang menyalahgunakan buah ini sebagai zat adiktif.
Seperti pada kasus viral kematian dua warga Banjarmasin, yang mencampur buah kecubung dengan obat-obatan dan alkohol.
Kecubung memiliki efek anestesi, karena dapat menghilangkan kesadaran seseorang.
Buah ini juga mengandung zat yang dapat menyebabkan halusinasi dan memberi efek relaksasi, yaitu metil kristalin.
Kecubung juga mengandung senyawa alkaloid, seperti atropin, hiosiamin, skopolamin yang bersifat antikolinergik.
Sayang, dengan kandungan tersebut, sebagian orang malah menyalaghgunakan kecubung sebagai obat rekreasi yang menginduksi halusinasi dan euforia.
Fakta-fakta Buah Kecubung
1. Kecubung Beri Efek Halusinasi
Dilansir dari halodoc, buah kecubung termasuk dalam golongan tanaman opioid, seperti ganja dan katinon.
Sehingga memberikan efek halusinasi dan euforia atau rasa gembira sesaat.
Efek konsumsi buah ini juga bisa mengalami pusing berkepanjangan dan muntah-muntah.
Lantaran efek memabukkan yang cukup kuat, kecubung juga bisa membuat orang tak sadarkan diri selama tiga hari.
Bahkan, jika dikonsumsi dalam jumlah besar dan terus menerus, akan mengakibatkan dampak serius mulai dari keracunan hingga kematian.
2. Timbulkan Efek Pengeringan pada Tubuh
Kecubung diketahui mengandung bahan kimia yang bisa sebabkan efek pengeringan pada tubuh.
Buah ini juga juga memengaruhi otak dan jantung.
Beberapa gejala yang dapat terjadi karena efek ini, seperti pusing, tekanan darah rendah, detak jantung cepat.
3. Dijuluki “The Devil’s Breath”
Buah kecubung dijuluki sebagai “the devil’s breath” atau “napas setan”.
Sebab, kecubung diketahui juga mengandung zat bernama skopolamin yang bisa memberi efek tertentu pada tubuh.
Mengonsumsi zat skopolamin ini dapat menimbulkan efek serperti jadi zombie.
Dalam dosis tinggi, zat ini bahkan dapat merusak daya ingat dan menimbulkan kematian.
4. Dapat Memengaruhi Sistem Saraf
Kecubung juga memiliki efek katinona, yakni zat stimulan untuk sistem saraf pusat yang banyak digunakan sebagai club drug atau party drug.
Mengonsumsinya dapat membuat seseorang merasakan kesenangan dan kegembiraan yang tinggi. Lantaran zat ini dapat merangsang ujung-ujung saraf.
Namun, zat katinon yang berbahaya ini bisa menyebabkan kecanduan.
Beberapa efek yang dapat terasa akibat zat katinona, seperti:
- Euforia (rasa gembira yang berlebihan).
- Jadi bersemangat.
- Sulit tidur.
- Percaya diri berlebihan.
- Peningkatan gairah seksual.
Efek yang Dirasakan dari Konsumsi Buah Kecubung
Efek-efek yang ditimbulkan dari konsumsi kecubung tersebut biasa dirasakan sekitar 4-6 jam.
Setelah efek zat itu hilang, penggunanya akan kembali normal, lebih mengantuk, lebih lemas, dan depresi.
Jika masih nekat mengonsumsi buah kecubung ini dalam jangka panjang dan dosis tinggi, maka sangat mungkin orang itu akan mengalami efek berbahaya, seperti:
- Peningkatan tekanan darah.
- Stroke.
- Depresi berat sampai keinginan bunuh diri.
- Anoreksia (gangguan makan).
- Kesulitan tidur.
- Gangguan irama jantung.
- Gangguan jiwa berat (gangguan psikotik). (ria)