Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Terkait Pengunduran Diri Airlangga Hartarto dari Ketua Umum Golkar, Jusuf Hamka Sebut Direbut Kekuatan Powerful

Damianus Bram • Senin, 12 Agustus 2024 | 17:29 WIB
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto

RADARSOLO.COM - Kabar pengunduran diri Airlangga Hartarto dari jabatan Ketua Umum Partai Golkar cukup mengagetkan. Pasalnya tidak terlihat konflik yang ada di parta berlambang pohon beringin tersebut. 

Menanggapi kejadian ini, Anggota Dewan Penasihat Partai Golkar Jusuf Hamka pun mulai bersuara.

Ia mengungkapkan bahwa pengunduran diri Airlangga Hartarto dari jabatan Ketua Umum Partai Golkar terkait dengan kekuatan powerful yang ada di luar partai.

Jusuf Hamka mengatakan, Airlangga sebenarnya bukan mengundurkan diri, namun jabatannya sebagai Ketua Umum alias Ketum Golkar direbut oleh kekuatan powerful.

"Bukan perebutan saya pikir, tetapi direbut kalau saya bisa katakan itu direbut, bukan perebutan kalau menurut saya," kata Jusuf Hamka, dikutip dari JawaPos.com, Senin (12/8/2024).

Hanya saja, pria yang karib disapa Babah Alun itu mengklaim, tidak tahu siapa yang memiliki kekuatan powerful untuk merebut jabatan ketum dari Airlangga.

"Iya masa sih, situ harus tahu lah kalau direbut siapa sih yang bisa merebut ya kan, itu pasti yang yang powerful-lah, nggak tahu siapa, saya nggak berani ngomong saya juga belum tahu sebenarnya," ucap Jusuf Hamka.

Pengusaha jalan tol itu merasa aneh dengan pengunduran diri Airlangga dari pucuk pimpinan Partai Golkar.

Sebab, Airlangga mengundurkan diri di tengah keberhasilannya memberikan kemenangan bagi Partai Golkar di Pileg dan Pilpres 2024.

"Jadi kalau Pak Airlangga tidak berprestasi, mungkin bisa dibilang untuk diminta Munas dipercepat, padahal kan Munas sudah ada waktunya ya kan. Kalau sekarang kan Munas dipercepat, saya juga nggak tahu apa sebenarnya yang terjadi di balik itu, karena saya di Bandung ya kan. Jadi saya berpikir Pak Airlangga sudah berprestasi dan Pak Airlangga bekerja terus, pasti ada sesuatu yang membuat dia mundur dulu," pungkas Jusuf Hamka. (dam)

Editor : Damianus Bram
#kekuatan powerful #airlangga hartarto #Ketua Umum #jusuf hamka #Partai Golkar