RADARSOLO.COM – Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) di sektor pertanian cukup memprihatinkan.
Jumlah petani di kelompok umur 55 tahun meningkat, sedangkan jumlah petani di kelompok umur 44 tahun cenderung mengalami penurunan.
Data tersebut merupakan hasil Sensus Pertanian (ST) 2023 tahap I. Secara rinci, BPS melaporkan petani milenial di rentang usia 27-42 tahun tercatat 25,61 persen.
Kemudian di kelompok usia 43-58 tahun berjumlah 42,39 persen. Lalu di kelompok usia 59-77 tahun masih sekitar 27,61 persen.
Salah satu kesimpulan atau rekomendasi dari BPS terkait data tersebut adalah diperlukan upaya regenerasi petani.
Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Kerja Sama Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan Muhamad Mardiono juga mendorong regenerasi petani tersebut.
"Diawali dengan perbaikan pendapatan dan kesejahteraan petani itu sendiri sebagai motif ekonominya," kata Mardiono dalam keterangannya, Sabtu (17/8/2024).
Kemudian, upaya regenerasi petani dilakukan dengan peningkatan produktivitas dan kapasitas SDM petani. Melalui penguatan pendidikan, vokasi pertanian, termasuk literasi keuangan.
Mardiono menambahkan, pengembangan pertanian presisi dan regenerasi petani memerlukan dukungan pemerintah dari level pusat hingga pemerintah desa.
"Diperlukan juga kolaborasi pemerintah dengan lembaga pendidikan, sektor industri, dan sektor jasa keuangan," pungkasnya. (dam)
Editor : Damianus Bram