RADARSOLO.COM - Kejadian dokter muda yang merupakan mahasiswi PPDS Universitas Diponegoro (Undip) Semarang yang meninggal dunia usai mengakhiri hidup mendapat banyak perhatian.
Kejadian ini ini menjadi viral di media sosial, lantaran ada dugaan bullying dari senior di PPDS Undip.
Alhasil netizen pun geram dan menyayangkan adanya perudungan di Fakultas Kedokteran Undip tersebut.
Namun, ada juga sejumlah pihak yang berkomentar bertolak belakang dengan arah angin yang beredar.
Disaat para netizen menyayangkan adanya aksi bullying di PPDS Undip, justru ada dokter yang berkomentar seolah menormalisasi dugaan senioritas dan bullying di lingkungan PPDS Undip Semarang.
Hal ini seperti yang diutarakan oleh dr Prathita Amanda Aryani. Komentarnya di media sosial Instagram seolah menganggap fenomena senioritas di lingkungan PPDS Undip Semarang sebagai hal yang biasa.
Usai berkomentar di media sosial, dr Prathita Amanda justru diserbu netizen. Bahkan ada sejumlah komentar yang menyuarakan bahwa dokter ini juga melakukan praktek senioritas dan bullying.
Tak lama berselang, muncul dokter Ayu Paramaiswari yang mengungkapkan perasaannya mengenai fenomena bullying di PPDS yang belakangan ini banyak dibicarakan.
Alih-alih menunjukkan empati, Dokter Ayu malah mengaku merasa muak mendengar tentang banyaknya kasus bullying di PPDS.
Informasi ini pertama kali diungkapkan melalui unggahan di akun Twitter @sunwookimz pada 17 Agustus 2024.
Dalam postingannya, akun ini mengunggah screenshot story WhatsApp milik dokter Ayu Paramaiswari alias Dr. dr. Ayu Sp. PD (Remato) beserta profil Dokter Ayu.
"Bula bulu bula buli... Muak kali aku dengarnya... Nggak kuat sekolah ya nggak usah daftar... Menuhin kuota aja... Yang pengen masuk masih banyak," tulisnya.
Dalam unggahan tersebut juga mengungkap sosok Ayu Paramaiswari, seorang dokter spesialis penyakit dalam yang merupakan lulusan Universitas Airlangga.
Alhasil postingan dari dokter Ayu Paramaiswari ini memicu kecaman dari banyak netizen.
"Bu Dr. dr. Ayu Paramaiswari, Sp. PD. Kalau yang dibully adalah anak ibu, apakah ibu akan mengatakan seperti itu?" tanya @Res****_.
Banyak netizen yang menyayangkan sikap Dokter Ayu karena dianggap tidak menunjukkan rasa empati.
Namun, saat artikel ini diterbitkan, cuitan dari akun X @sunwookimz yang mengunggah screenshot story WhatsApp milik dokter Ayu Paramaiswari tersebut telah dihapus.
Dalam cuitan terbarunya, pemilik akun Twitter tersebut mengaku menerima pesan langsung yang meminta agar postingan tentang dokter dihapus.
"ada akun centang biru yang minta gua takedown semua postingan tentang dokter.. ga ngancem si mereka cuma ini dm dari akun yang bikin gw ketar ketir juga. keknya bentar lagi mau priv ni akun dan mau rest sekaliann bye all," tulis akun @sunwookimz. (dam)
Editor : Damianus Bram