RADARSOLO.COM - Nama dr Prathita Amanda Aryani terus menjadi sorotan di media sosial pasca membuat komentar mengenai isu bullying di PPDS Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.
Sebagai informasi, isu bullying di PPDS Undip muncul pasca adanya kejadian bunuh diri yang dilakukan oleh seorang dokter muda yang menjalani PPDS Anestesi Undip Semarang.
Komentar dr. Prathita Amanda Aryani di media sosial ini dinilai tidak berempati, alhasil netizen pun geram.
Berdasarkan informasi di akun LinkedIn sang dokter, dituliskan bahwa dr Prathita Amanda Aryani menyertakan informasi bahwa dirinya sebagai Medical Doctor di RSUD Cibinong.
Informasi mengenai data diri Prathita Amanda Aryani itupun jadi perbincangan sejumlah warganet yang kesal dengan ulahnya.
Bahkan instansi RSUD Cibinong yang disebut-sebut sebagai tempat Prathita Amanda Aryani bekerja pun kena imbasnya.
Usai viral kejadian ini, pihak RSUD Cibinong pun angkat bicara. Rumah sakit ini membantah bahwa dr Prathita Amanda Aryani bekerja di dalam RSUD Cibinong.
Lewat unggahan di media sosialnya, RSUD Cibinong menyebutkan bahwa dokter Prathita Amanda Aryani tidak melakukan praktek di rumah sakit tersebut.
"Dengan ini kami informasikan bahwa atas nama dr. Prathita Amanda Aryani, tidak berpraktek di RSUD Cibinong. Adapun segala bentuk tindakan serta pemberitaan yang saat ini viral di media sosial tentang Dokter yang bersangkutan, adalah diluar tanggung jawab kami," tulis RSUD Cibinong lewat unggahan resminya, dikutip pada Selasa, (20/8/2024).
Hingga saat ini sosok Prathita Amanda Aryani kini masih membuat penasaran para netizen, tanah air.
Pasalnya, Prathita Amanda Aryani diketahui langsung menutup akun media sosialnya usai namanya viral menjadi perbincangan.
Meski demikian, jejak digital Prathita Amanda Aryani saat memberikan hukuman yang keterlaluan terhadap juniornya masih bersliweran diungkap oleh berbagai pihak terkait. (dam)
Editor : Damianus Bram