Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

BRI Luncurkan Program Zero Waste to Landfill, Kurangi Sampah Hingga 50 Ton Per Bulan

Tri wahyu Cahyono • Rabu, 21 Agustus 2024 | 22:48 WIB
BRI meluncurkan program inovatif bertajuk Zero Waste to Landfill. Program ini dirancang untuk mengurangi jumlah sampah.
BRI meluncurkan program inovatif bertajuk Zero Waste to Landfill. Program ini dirancang untuk mengurangi jumlah sampah.

RADARSOLO.COM- Dalam rangka mendukung pembangunan berkelanjutan, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) meluncurkan program inovatif bertajuk Zero Waste to Landfill.

Program ini dirancang untuk mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan dan memastikan bahwa sampah dikelola secara bertanggung jawab sehingga tidak berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) yang ketersediaannya semakin terbatas.

Direktur Kepatuhan BRI, A. Solichin Lutfiyanto menjelaskan, BRI berkomitmen membangun budaya keberlanjutan dengan memulai dari peningkatan kesadaran dan kapasitas pekerja terkait dampak lingkungan dari sampah yang tidak dikelola dengan baik.

"BRI secara aktif mengedukasi pekerja mengenai berbagai jenis sampah dan dampak negatifnya. Melalui peran Green Team di unit kerja BRI, pekerja diajak untuk memahami jenis-jenis sampah, mulai dari sampah organik, anorganik, hingga residu," jelas Solichin.

BRI Green Team berperan sebagai role model dan akselerator dalam penerapan gaya hidup berkelanjutan, baik di lingkungan internal maupun eksternal perusahaan.

Tim ini terlibat dalam berbagai kegiatan edukasi dan kampanye terkait isu keberlanjutan yang mencakup aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola, serta tersebar di seluruh wilayah operasional BRI hingga ke Regional Office (RO).

Sebagai bagian dari implementasi program ini, BRI telah menerapkan sistem segregasi sampah di lingkungan perusahaan, yang dimulai dari Gedung Kantor Pusat BRI Sudirman dan Gedung TSI BRI Ragunan.

Sistem ini melibatkan pemisahan tempat pembuangan sampah berdasarkan jenisnya (organik, anorganik, dan residu), sehingga memudahkan proses daur ulang dan mencegah sampah berakhir di TPA.

Untuk lebih memotivasi pekerja dalam menjalankan praktik Zero Waste to Landfill, BRI juga menyediakan mesin Reverse Vending Machine (RVM) di Gedung Kantor Pusat BRI dan Menara BRILiaN.

Mesin ini memungkinkan pekerja untuk mendaur ulang botol plastik dan mendapatkan poin reward yang dapat ditukarkan dengan hadiah menarik.

Pada tahap awal implementasi di bulan Juli 2024, RVM telah berhasil mengumpulkan lebih dari 3.700 botol plastik, dengan potensi penghindaran emisi sebesar 367 kg CO2e.

Kolaborasi Pengelolaan Sampah

Kolaborasi antar stakeholder sangat dibutuhkan untuk mendorong keberhasilan Program Zero Waste to Landfill BRI.

Dalam komitmen jangka panjang untuk memberikan dampak positif pada lingkungan, BRI menjalin kerja sama strategis dengan pihak ketiga yang memiliki keahlian dan fasilitas dalam pengelolaan sampah.

Memastikan bahwa semua jenis sampah, termasuk plastik, kertas, organik, dan residu, dikelola dengan baik dan tidak berakhir di TPA.

Pada 2023, program Zero Waste to Landfill yang diimplementasikan di Kantor Pusat BRI dan Gedung TSI BRI berhasil mengurangi jumlah sampah yang terbuang di TPA hingga 50 ton setiap bulannya.

Dengan total sampah terdaur ulang sebesar 591 ton dan potensi penghindaran emisi sebesar 441 ton CO2e.

Sampah organik diolah menjadi produk maggot dan kompos, dengan hasil 5 ton produk maggot dan 40 ton kompos.

Sampah plastik yang berhasil didaur ulang mencapai 109 ton, dan sampah kertas terdaur ulang sebesar 72 ton.

Selain itu, melalui teknologi Refuse Derived Fuel (RDF), BRI berhasil mengolah 350 ton sampah residu menjadi sumber energi terbarukan.

Berkontribusi dalam pengurangan volume sampah sekaligus menghasilkan energi bersih yang berdampak positif terhadap lingkungan. (*)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#BRI #zero waste to landfill #zero waste #ESG #BBRI