RADARSOLO.COM - Sejumlah situs pemerintah maupun instansi pusat dan daerah jadi sasaran peretasan oleh hacker. Aksi peretasan itu disebut sebagai bentuk keprihatinan Indonesian Hacker People atas kondisi bangsa saat ini.
Aksi peretasan dilakukan dengan mengubah halaman muka website atau deface di sejumlah situs pemerintah dan instansi pusat maupun daerah.
Peretasan itu di antaranya dengan mengubah halaman muka website dengan Peringatan Darurat Garuda biru.
Seperti yang terjadi di situs kab-lampungtimur.kpu.go.id.
Dalam halaman tersebut juga tertulis kalimat yang mengutip kata-kata Bung Karno.
"Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, namun perjuangan kalian akan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri," demikian tulisan di halaman Peringatan Darurat Garuda biru itu.
Kemudian, pada bagian bawah tertulis #KawalPutusanMK.
Informasi mengenai aksi deface itu beredar luas di X.
Menurut salah satu postingan disebut ada puluhan situs pemerintah yang jadi sasaran peretasan.
Dilansir dari hackmk.pages.dev, tercatat total 43 situs yang jadi sasaran deface hacker.
"Kami Indonesian Hacker People Turut Prihatin Atas Bangsa Ini. Ijinkan kami menyampaikan aspirasi melalui mural online pada sejumlah website berikut," demikian tulisan di laman itu, sembari menunjukkan daftar situs-situs yang diretas.
Selain Peringatan Darurat Garuda biru, sejumlah situs juga kena deface dengan variasi berbeda. Seperti di ejournal.kemenperin.go.id dan dprd.mojokertokota.go.id.
"Tidak semua keinginan anak harus dipenuhi orangtua. Tidak pula ambisi orangtua harus diikuti anak. Ajarkan anak untuk merasa cukup. Ingatkan pula agak anak memiliki rasa malu ketika mengambil sesuatu di luar batas norma dan etika," demikian tulisan dalam halaman muka situs tersebut.
Kemudian, ada situs-situs pemerintah lainnya yang terpantau shut down. Seperti indonesia.go.id, kejaksaan.go.id, dan humas.polri.go.id.
Sementara itu, berdasarkan pantauan radarsolo.com, ada juga situs yang masuk daftar peretasan di laman hackmk.pages.dev, namun kini sudah berjalan normal. Seperti situs ham.go.id. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria