RADARSOLO.COM - Setelah nama dr Prathita Amanda Aryani menjadi sorotan di media sosial terkait kasus bullying kepada juniornya, Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Diponegoro (Undip) akhirnya buka suara.
Ya, isu kasus bullying yang melibatkan dokter bedah dr Prathita Amanda Aryani memang sempat viral di media sosial.
Bahkan topic-nya sempat menjadi trending topic dengan lebih dari 33 ribu postingan di X, seperti dipantau RadarSolo.com pada 17 Agustus 2024 lalu.
Kok bisa sih nama dr Prathita Amanda Aryani menjadi trending topic? Ada apa sebenarnya? Begini kronologinya!
Hal ini berawal dari postingan dr Prathita Amanda Aryani, dimana melalui media sosialnya, ia memberikan komentar mengenai kasus dugaan bunuh diri dokter muda dr Aulia Riswa Lestari (30) di Semarang.
Komentar yang disampaikan Prathita Amanda Aryani lewat unggahan Instagramnya itu dinilai bak tak berempati pada kasus meninggalnya ARL.
Tak hanya itu saja, komentar dari dr Prathita Amanda Aryani seolah menormalisasi dugaan senioritas di lingkungan PPDS Undip Semarang.
Begini isi komentar Prathita Amanda Aryani di unggahannya.
"Please gausah ikut berpendapat orang- orang yang tidak langsung terlibat. Wong aku aja yg udah lama ya masih semangat menjalani hari-hari kok. Kalo memang gatau isinya seperti apa ya gausah koar- koar di IG story kan bukan elu yg jalanin." tulis Prathita Amanda Aryani lewat akun Instagram @thitaamnd saat itu.
Prathita Amanda Aryani kemudian bak membungkam masyarakat agar tak 'banyak omong' soal dunia pendidikan kedokteran.
'Trs kalo koar-koar goalsmu apa? Bikin content? Ingat kamu bukan selebgram
Opinimu-opinimu itu ya simpan saja sendiri. Kalau dendam, Iha yg pingin awalnya siapa?' tulisnya di unggahan lain.
Unggahan milik Prathita Amanda Aryani itu lantas menjadi sorotan oleh dokter Alvin lewat Instagramnya @alvin.sa.putra.
Imbas unggahan influencer yang juga tenaga kesehatan tersebut, nama Prathita Amanda Aryani jadi bulan-bulanan publik.
Apalagi muncul pula bukti jika Prathita Amanda Aryani merupakan seorang pelaku bullying atau perundungan PPDS Undip.
Lewat tangkapan layar yang viral, Prathita Amanda Aryani diketahui memberikan hukuman kepada juniornya dengan melakukan push up. Kemudian dia juga memberi hukuman juniornya dengan makan nasi padang berlauk ayam pop dan telur sebanyak 5 porsi sekaligus.
Dikutip dari RadarSemarang.id, Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Diponegoro (Undip), Yan Wisnu Prajoko tak menampik pada program pendidikan (prodi) di bawah pimpinannya pernah terjadi kasus bullying atau perundungan.
Meski demikian, ia memastikan pesan grup WhatsApp yang viral beredar di media sosial termasuk meminta juniornya makan 5 bungkus nasi padang itu merupakan kasus berbeda dengan kejadian almarhumah dr Aulia Riswa Lestari.
Ia menyebut kasus bullying tanpa kekerasan fisik di Fakultas Kedokteran Undip itu terjadi tiga tahun lalu atau pada 2021.
"Prathita memang terlibat perundungan terhadap juniornya pada 2021. Perlakuan tersebut sesuai dengan laporan yang beredar, meskipun tidak melibatkan kekerasan fisik," kata Yan Wisnu, Jumat (23/8/2024).
Atas kasus itu, ia menyampaikan jika Prathita telah menerima sanksi atas tindakan bullying yang dilakukannya itu. Menurutnya, mahasiswanya itu telah menyesal atas perbuatannya.
Kendati demikian, ia menilai tak patut jika perundungan yang terjadi 3 tahun lalu dihubung-hubungkan dengan kasus meninggalnya dr Aulia yang diduga juga mengalami perundungan.
"Prathita sudah mendapatkan sanksi pada waktu itu. Jangan mengaitkan kasus ini dengan kematian dr Aulia adalah hal yang tidak masuk akal. Kami sudah menindaklanjuti kasus ini dengan serius dan dia sudah menunjukkan penyesalan," tandasnya. (ifa/bas/dam)
Editor : Damianus Bram