RADARSOLO.COM - Setelah lebih dari seminggu menjadi sorotan di media sosial, Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Diponegoro (Undip) akhirnya buka suara terkait isu kasus bullying yang melibatkan dr Prathita Amanda Aryani.
Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Diponegoro (Undip), Yan Wisnu Prajoko tak menampik pada program pendidikan (prodi) di bawah pimpinannya pernah terjadi kasus bullying atau perundungan.
Meski demikian, ia memastikan bahwa pesan di grup WhatsApp yang viral dan beredar di media sosial, dimana dokter Prathita Amanda Aryani meminta juniornya makan 5 bungkus nasi padang itu merupakan kasus berbeda dengan kejadian almarhumah dr Aulia Riswa Lestari.
Ia menyebut aksi bullying tanpa kekerasan fisik yang dilakukan dr Prathita Amanda Aryani itu terjadi tiga tahun lalu atau pada 2021.
"Prathita memang terlibat perundungan terhadap juniornya pada 2021. Perlakuan tersebut sesuai dengan laporan yang beredar, meskipun tidak melibatkan kekerasan fisik," kata Yan Wisnu, Jumat (23/8/2024) lalu.
Atas kasus itu, Yan Wisnu mengatakan bahwa Prathita telah menerima sanksi atas tindakan bullying yang dilakukannya tersebut.
Menurutnya, mahasiswanya, yakni dr Prathita Amanda Aryani itu telah menyesal atas perbuatannya.
Kendati demikian, ia menilai tak patut jika perundungan yang terjadi 3 tahun lalu dihubung-hubungkan dengan kasus meninggalkannya dr Aulia yang diduga juga mengalami perundungan.
"dr Prathita Amanda Aryani sudah mendapatkan sanksi waktu itu. Jadi jangan mengaitkan kasus ini dengan kematian dr Aulia. Ini tidak masuk akal. Kami sudah menindaklanjuti kasus ini dengan serius dan dia sudah menunjukkan penyesalan," pungkasnya. (dam)
Editor : Damianus Bram