RADARSOLO.COM – Sebanyak 16 titik perpustakaan mendapat hibah buku dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kota Solo mengharapkan dengan adanya hibah ini, minat anak untuk datang keperpustakan semakin tinggi.
Kepala Dispersip Kota Solo Arif Handoko merinci, yang mendapatkan bantuan adalah 11 merupakan perpustakaan kampung, 3 taman cerdas, serta dua taman baca.
"Perpustakaan mendapat 1.000 buku. Jadi total untuk jumlahnya ada sebanyak 16.000 buku,” terang Arif.
Adapun tempat-tempat yang menerima hibah buku itu di antaranya untuk perpustakaan kampung di Kelurahan Danukusuman, Gandekan Tengen, Jagalan, Mojosongo, Pajang, Panularan, Pucangsawit, Serengan, Sondakan, Sriwedari, dan Sumber.
Sementara untuk taman cerdas yang menerima hibah buku itu di antaranya Kelurahan Gilingan, Kerten, dan Mojo. Serta untuk taman baca masyarakat di antaranya di Kelurahan Mangkubumen dan Serengan.
"Alhamdulillah, ini mengurangi beban APBD Solo untuk pengadaan buku," terangnya.
Lebih lanjut, Arif berterima kasih sekaligus berharap agar hibah buku dalam jumlah banyak ini tetap berlangsung pada tahun-tahun ke depannya. Karena dengan begitu peningkatan literasi masyarakat Solo dapat lebih dipercepat.
"Tahun depan, Solo juga akan mendapat lagi hibah buku dari perpusnas dalam jumlah yang lebih banyak dari tahun ini, yakni untuk 25 lokasi sebanyak 25.000 buku," ucapnya.
Selain itu, dia juga menjelaskan bahwa saat ini sedang menyiapkan sarana dan prasarana untuk mengimbangi hibah buku. Tujuannya agar buku-buku tadi dapat lebih masif lagi tergunakan oleh masyarakat Solo.
"Kami juga telah memohon ke wali kota Solo untuk ada sedikit yang diberikan ke perpustakaan kota ini untuk mendukung sarana dan prasarana serta layanan perpustakaan. Kami menunggu mudah-mudahan ada support ini dalam rangka juga untuk kesiapan menuju Indonesia Emas 2024," jelasnya.
Sementara untuk para masyarakat, Aris berharap agar hibah buku itu dapat dimanfaatkan sebaik mungkin, untuk peningkatan literasi masyarakat.
"Untuk tahun depan kami telah siapkan berbagai agenda bagi perpustakaan kampung,” ujarnya.
Dinggung soal komposisi dari buku-buku ang dihibah, dia menerangkan bahwa dari 16.000 buku itu 60 persen di antaranya merupakan buku-buku nonfiksi. Sisanya, 40 persen merupakan buku-buku fiksi.
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa sebelumnya beberapa pengurus perpustakaan kampung di Solo telah didelegasikan oleh Dispersip Solo untuk mengikuti program yang dibuat oleh Perpusnas RI, yakni Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS).
"Tiap tahunnya kami mengirim empat pengelola perpustakaan kampung untuk mengikuti Pelatihan TPBIS agar bagaimana caranya lewat literasi bisa menelurkan produk atau jasa dengan basis perpustakaan kampung tadi. Mereka dilatih seminggu lamanya oleh perpusnas," jelasnya. (atn/nik)
Editor : Niko auglandy