Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Kronologi Rudapaksa dan Pembunuhan Ayu Andriani yang dilakukan oleh 4 Pelaku Cukup Tragis, Salah Satu Eksekutornya Adalah Mantan Pacar

Damianus Bram • Kamis, 5 September 2024 | 19:11 WIB
Ilustrasi jenazah atau mayat - Jasad bocah perempuan 13 tahun ditemukan di kuburan Cina Palembang.
Ilustrasi jenazah atau mayat - Jasad bocah perempuan 13 tahun ditemukan di kuburan Cina Palembang.

RADARSOLO.COM - Polisi berhasil menangkap 4 remaja yang diduga sebagai pelaku pembunuhan terhadap Ayu Andriani, remaja perempuan berusia 13 tahun yang ditemukan tewas di Kuburan Cina Palembang.

Berdasarkan data yang berkembang, dari 4 terduga pelaku pembunuhan Ayu Andriani tersebut, 2 diantaranya adalah bocah di bawah umur alias bocil.

Tidak hanya itu saja, berdasarkan penyelidikan pihak kepolisian terungkap bahwa salah satu pelaku pembunuhan Ayu Andriani adalah mantan kekasih dari korban.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihartono membeberkan kronologi kejadian rudapaksa dan pembunuhan terhadap Ayu Andriani. 

Kombes Pol Harryo Sugihartono mengatakan, salah satu pelaku berinisial IS baru mengenal korban selama dua minggu. 

Usai saling lenal lewat hubungan dengan ponsel, IS dan Ayu kemudian menjalin kasih.

Sebelum pembunuhan, IS dan Ayu sempat bertemu di gelaran kuda kepang yang ada di kawasan Pipa Reja.

Tak hanya berdua, ada pula MZ, MS dan AS yang juga datang di acara kuda kepang tersebut.

Setelah selesai menonton kuda kepang, korban dan keempat pelaku langsung ke Krematorium Sampurana yang berada di kawasan Kuburan Cina tempat korban kemudian ditemukan.

Di krematorium tersebut, korban dibekap oleh para pelaku. Aksi tersebut kemudian menyebabkan pelaku hingga akhirnya tewas.

Setelah dalam kondisi tewas, para pelaku malah merudapaksa jasad Ayu secara bergiliran.

Kemudian jasad korban dibawa ke TKP tempat penemuan jenazah di kawasan Kuburan Cina.

Proses pemindahan jasad ini memakan waktu selama 30 menit, Ayu yang sudah tak bernyawa diseret hingga ke lokasi akhirnya ia ditemukan.

Sampai di lokasi tempat penemuan jasad, Ayu lagi-lagi dirudapaksa oleh para pelaku tersebut.

"Korban sengaja dipindah tempatkan agar tidak diketahui oleh orang lain. Dari tempat keramasi ke TKP penemuan mayat, berjarak sekitar 30 menit, disana korban lagi-lagi dirudapaksa," jelas Kombes Pol Harryo Sugihartono.

Kapolrestabes Palembang menjelaskan, aksi keempat pelaku tersebut berhasil diketahui lantaran mereka dengan bangganya memamerkan perbuatannnya yang berhasil merudapaksa korban itu kepada seorang saksi. (dam)

Editor : Damianus Bram
#kuburan cina #palembang #Rudapaksa #pembunuhan #polisi #Ayu Andriani