Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Apa Itu Parsimoni dan Pacta Sunt Servanda yang Diucapkan Rocky Gerung? Jadi Viral karena Bikin Silfester Matutina Naik Pitam dan Berkata Kasar

Syahaamah Fikria • Jumat, 6 September 2024 | 04:39 WIB
Tangkapan layar Silfester Matutina saat debat panas dengan Rocky Gerung soal Drama Pilkada 2024.
Tangkapan layar Silfester Matutina saat debat panas dengan Rocky Gerung soal Drama Pilkada 2024.

RADARSOLO.COM - Selain cekcok maki-makian kasar yang menyerang personal, ada hal lain yang menarik perhatian dalam insiden viral perselisihan antara Silfester Matutina dan Rocky Gerung saat program diskusi Rakyat Bersuara di salah satu stasiun TV nasional.

Hal yang menarik perhatian publik itu adalah istilah-istilah hukum yang disebutkan Rocky Gerung, yang masih awam terdengar di telinga masyarakat. Seperti "parsimoni" dan "Pacta Sunt Servanda".

Istilah-istilah itulah yang juga membuat Silfester Matutina naik darah, emosi hingga memaki-maki Rocky Gerung dengan kata-kata kasar.

Lantas apa makna dua parsimoni dan Pacta Sunt Servanda?

Apa Itu Parsimoni?

Rocky Gerung menyebut prinsip parsimoni saat menjawab pertanyaan Aiman Witjaksono tentang dugaan cawe-cawe di Pilkada Serentak 2024.

"Di dalam metodologi berpikir, ada yang namanya prinsip parsimoni. Jadi dalam banyak argumentasi, yang paling sederhanalah yang paling mungkin untuk diterima, namanya Ockham Razer, guntingnya Ockham," terang Rocky.

Menurut Rocky, cawe-cawe adalah sebuah argumen yang paling sederhana.

"Kan nggak bisa ngebuktiin apa-apa kan," ujarnya.

Rocky kemudian mencontohkan, saat dia naik eskalator gedung stasiun TV tersebut, dan membaca tulisan Hari Tanoesoedibjo, berbunyi 'success is not free you have to fight for it'.

Dia menduga beberapa narasumber di acara diskusi tersebut salah mengartikan quotes dari Hari Tanoesoedibjo itu.

Kemudian, Rocky Gerung juga menyinggung soal orang yang ingin mencapai kesuksesan dengan cara menjilat.

Mendengar istilah menjilat itu, Silfester pun naik darah.

Dia pun memaki Rocky dengan kata-kata kasar. Bahkan menyebut akademisi itu pecundang.

"Anda salah besar bung Rocky. Anda itu pecundang. kami bukan penjilat. Saya ini satu orang yang tidak dapat apapun dari pemerintah ini, baik jabatan, proyek dan sebagainya," ujar Silfester.

Tak cukup disitu, Silfester juga menyerang Rocky Gerung secara personal. Sembari memamerkan profesinya sebagai seorang lawyer.

"Saya seorang usahawan dan saya seorang lawyer, jadi Anda salah. Dan, Anda pikir kami ini rumit berpikir. Anda lihat muka saya ini cerah, hidup saya bahagia. Oh engga, Anda lihat Anda sendiri, Anda sampai hari ini masih bujangan lapuk," lanjut dia.

Mendengar kata-kata kasar itu, Rocky pun membalas dengan kata-kata yang membuat Silfester tambah emosi.

Tanpa menyebut nama sosok 'penjilat' itu, Rocky menyebut dengan melihat respons lawan bicaranya itu justru menunjukkan sikap seorang penjilat.

"Satu ikan kepancing," kata Rocky.

Apa Itu Pacta Sunt Servanda?

Satu istilah lagi yang disebutkan Rocky Gerung, dan membuat emosi Ketua Umum Solidaritas Merah Putih (Solmet) itu adalah Pacta Sunt Servanda.

Istilah itu diucapkan Rocky saat Silfester meminta Rocky menjelaskan bukti Presiden Jokowi cawe-cawe dalam Pilkada 2024.

“Untuk membuktikan, perlu cara pembuktian,” kata Rocky.

“Anda mau bukti yang kompleks atau parsimoni?” tanya Rocky kepada Silfester.

Silfester mempersilakan Rocky memberikan bukti apa saja.

Rocky menanyakan suatu prinsip hukum kepada Silfester.

“Sudahlah saya bukan mahasiswa baru yang Anda harus terangkan,” jawab Silfester.

“Kita kalau di pengadilan bro, enggak ada kita panjang-panjang kayak begini. Langsung mana buktinya, hakim akan minta itu,” sambungnya dengan nada tinggi.

“Oke, Anda hakim ya, saya terangin. Buktinya namanya, pacta sunt servanda, tahu enggak istilah itu?” tanya Rocky ke Silfester.

“Saya bilang Rocky mana buktinya, karena kita ngomong presiden yang cawe-cawe,” ucap Silfester.

Saat itu kondisi debat kian memanas. Bahkan hampir terjadi adu fisik antara Silfester dengan jubir PDIP, Chico Hakim yang berusaha melerai perselisihan itu.

Diketahui, asas Pacta Sunt Servanda berasal dari bahasa Latin yang berarti ‘janji harus ditepati’ (agreements must be kept). Merupakan salah satu asas dalam perjanjian.

Dilansir dari business-law.binus.ac.id, dalam hukum positif rumusan normanya menjadi: setiap perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang dibuatnya.

Asas Pacta Sunt Servanda pada hukum positif, diatur dalam pasal 1338 ayat (1) dan (2) KUHPer yang mengatur:

Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat dipahami bahwa para pihak yang melakukan perjanjian harus mematuhi perjanjian yang mereka buat.

Perjanjian yang dibuat tidak boleh diputuskan secara sepihak tanpa adanya kesepakatan bersama. (ria)

 

 

Editor : Syahaamah Fikria
#pacta sunt servanda #viral #rocky gerung #parsimoni #Silfester Matutina #debat #penjilat