RADARSOLO.COM - Live YouTube kegiatan Paus Paus Fransiskus di Indonesia, dikotori oleh komentar-komentar provokatif terkait ancaman teror bom. Polisi pun telah menangkap tujuh pelaku yang membuat provokasi itu.
Juru bicara Densus 88 Antiteror Kombes Aswin Siregar mengatakan, ada tujuh pelaku yang diamankan terkait dugaan ancaman bom saat kunjungan Paus Fransiskus di Indonesia.
Salah satu pelaku, yakni berinsial HS, bahkan nekat menuliskan komentar 'akan bom Paus' di tengah live YouTube khutbah Paus Fransiskus.
Takhanya itu, masih di kolom komentar live YouTube, HS juga mengaku sebagai seorang teroris.
HS akhirnya ditangkap di Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung (Babel) pada Rabu (4/9)
"SH menyerukan narasi provokasi di kolom komentar akun YouTube Komsos Konferensi Wali Gereja Indonesia sebagai berikut, 'saya akan bom Paus..saya terorist...hati-hati saja...tunggu kabar yeee'," tutur Aswin, Jumat (6/9).
Selain HS, polisi juga menangkap enam pelaku lain yang juga membuat provokasi ancaman teror bom, ditujukan kepada Paus Fransiskus.
Enam pelaku itu diamankan dari lokasi yang berbeda, dengan peran dan motif yang berlainan
"Para pelaku melakukan provokasi di media sosial kedatangan Paus ke Jakarta," kata dia.
Berikut 7 pelaku provokasi teror bom beserta perannya:
1. HFP ditangkap di Bogor, Jawa Barat
Perannya menyerukan untuk melakukan dokumentasi dan mempelajari protokol keamanan Masjid Istiqlal menjelang kunjungan Paus ke Jakarta.
HFP juga Berencana mengirimkan orang untuk mengecek protokol keamanan Masjid Istiqlal.
2. LB ditangkap di Pasar Minggu, Jakarta Selatan
LB memberikan gambar bom di kolom komentar di salah satu akun media sosial Instagram yang memberitakan perihal kedatangan Paus Fransiskus ke Jakarta.
3. DF ditangkap di Rawalumbu, Bekasi
DF membuat narasi ancaman akan melakukan serangan terhadap kegiatan kunjungan Paus ke Jakarta.
4. FA ditangkap di Bekasi Timur, Kota Bekasi
FA membuat komentar media sosial akan membakar tempat peribadatan (gereja) saat kunjungan Paus ke Jakarta.
5. HS ditangkap di Kabupaten Bangka Tengah, Babel
Menulis di kolom komentar akun YouTube Komsos Konferensi Wali Gereja Indonesia.
"saya akan bom Paus..saya terorist...hati-hati saja...tunggu kabar yeee," tuisnya.
6. ER ditangkap di Cibitung, Kabupaten Bekasi
ER yang menggunakan akun Akun Abu Mustaqim berkomentar di Facebook dengan kalimat provokasi
" ...BBBOOOMMM...!!! sebagai tanggapan atas khutbah Paus Fransiskus yang akan Khutbah di Masjid Istiqlal," komen ER.
ER diketahui juga pernah berbaiat kepada ISIS di tahun 2014 dan memiliki keinginan untuk hijrah.
7. RS ditangkap di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat
RS membuat narasi ancaman akan melakukan penembakan Paus di medsos TikTok pada 5 September 2024.
"gw dah di istana mau nembak si Paus," tulis RS. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria