Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Viral Susu Ikan di Program Makan Bergizi Gratis Prabowo-Gibran, Ternyata Nutrisinya Tak Bisa Dibandingkan dengan Susu Sapi

Syahaamah Fikria • Kamis, 12 September 2024 | 01:23 WIB
Ilustrasi susu ikan yang diusulkan dalam prgram makan bergizi gratis Prabowo-Gibran.
Ilustrasi susu ikan yang diusulkan dalam prgram makan bergizi gratis Prabowo-Gibran.

RADARSOLO.COM - Susu ikan masih jadi viral dan jadi pembahasan masyarakat setelah diusulkan jadi bagian dalam program makan bergizi gratis Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Lantas, bagaimana kandungan nutrisi susu ikan yang masih jadi kontroversi ini?

Apa Itu Susu Ikan?

Dilansir dari situs Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), susu ikan pertama kali diperkenalkan pada Agustus 2023.

Disebutkan, susu ikan dibuat menggunakan bahan baku ikan yang diolah dengan teknologi canggih untuk menghasilkan hidrolisat protein ikan (HPI), yang kemudian digunakan sebagai bahan dasar susu ikan.

Susu ikan juga disebut mengandung EPA DHA dan Omega 3 tinggi, bebas alergen, dan mudah dicerna tubuh karena memiliki tingkat penyerapan protein mencapai 96 persen.

Bagaimana Nutrisi Susu Ikan Dibanding Susu Sapi?

Susu ikan merupakan produk inovasi yang dibuat menyerupai susu sapi.

Meski bentuknya seperti susu sapi, namun susu ikan sebenarnya adalah hidrolisat protein ikan. Proses hidrolisis merupakan proses pemecahan ikatan molekul dengan menggunakan air.

"Oleh karena itu, secara nutrisi antara susu sapi dengan susu ikan ini tidak bisa dibandingkan secara apple to apple," jelas spesialis gizi klinik dr Putri Sakti, MGizi, SpGK, AIFO-K, CBCFF.

Lebih lanjut, dia menerangkan, kandungan nutrisi susu ikan ini, terutama dalam beberapa merek juga perlu diperhatikan.

Sebab, beberapa produk disebut mengandung maltodekstrin, yang memiliki indeks glikemik lebih tinggi daripada gula pasir.

Oleh karena itu, produk tersebut kurang baik dikonsumsi anak-anak maupun orang dewasa dengan risiko atau kondisi diabetes.

"Di beberapa merek (susu ikan) kandungan gulanya cukup tinggi. Ada juga tambahan maltodekstrin, yang indeks glikemiknya jauh lebih tinggi dibandingkan gula pasir," papar dr Putri.

Di sisi lain, dr Putri mengatakan, jika mempertimbangkan aspek nutrisi, tentu lebih baik jika mengonsumsi ikan laut atau ikan air tawar secara langsung.

Apalagi, kandungan yang digunakan sebagai campuran susu ikan tidak sebaik ikan segar.

Di mana ikan segar mengandung nutrisi lebih padat dan tinggi kalori.

Selain itu, konsumsi ikan secara langsung juga meminimalkan adanya zat kimia tambahan, seperti pengawet, dibandingkan produk olahan. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#viral #Makan Bergizi Gratis #nutrisi #prabowo subianto #gibran rakabuming raka #susu ikan #Susu Sapi