RADARSOLO.COM - Kisah pilu Nia Kurnia Sari, gadis penjual gorengan yang ditemukan tewas secara tragis di Padang Pariaman, Sumatera Barat, terus terungkap.
Berbeda dengan rata-rata remaja seusianya yang bisa asyik bermain dan berkuliah, gadis 18 tahun ini harus berjualan gorengan dengan cara berjalan berkeliling dari kampung ke kampung.
Setiap hari Nia Kurnia Sari menjual gorengan yang dibuat tetangganya. Upah yang diterimanya dikumpulkan sedikit demi sedikit.
Tujuannya satu, gadis penjual gorengan itu ingin bisa kuliah.
"Dia jualan kue, goreng-gorengan untuk kuliah. Jualannya jauh, biasanya pulang menjelang Magrib," kata Eli Marlina, ibunda Nia Kurnia Sari, Rabu (11/9).
Cerita pilu mengenai kehidupan Nia Kurnia Sari juga diceritakan oleh pemilik akun X @yourchochobun, yang mengaku sebagai tetangga gadis penjual gorengan itu.
Akun @yourchochobun mengatakan, Nia harus bekerja menjajakan gorengan karena ingin bisa berkuliah.
Lantas, bagaimana dengan orang tuanya?
Akun itu menyebut, ayah dan ibu Nia Kurnia Sari sudah berpisah.
Sementara ibunya dalam kondisi sakit.
"Dan kalo ada yg nanyain "kok nia itu jualan keliling? Ayahnya gimana?" Dek nia ini ortunya udah pisah ya temen2. Jadi tinggal sama ibu dan saudara2nya ajaa. Tapi dikuburin ayahnya ada kok tadi..," tulis @yourchochobun.
Karena kondisi inilah, Nia harus bekerja mengumpulkan uang untuk bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah.
"ges yang paling sedih itu, ibunya nia ini sakit. Keadaan lagi ga baik makanya nia yg jadi jualan. Dan nia ini punya tekad yg kuat bgt buat kuliah, makanya dia nabung dikit2 dari hasil jualan. Dan gorengan pun bukan dia yg bikin. Tapi ngambil pny org. Jadi dia cmn dpt persenan aj," ungkap @yourchochobun.
Nia Kurnia Sari, 18, ditemukan tewas terkubur, dalam kondisi terikat dan tanpa busana pada Minggu (8/9).
Korban ditemukan, setelah dua hari menghilang setelah berjualan gorengan.
Diduga korban dirudapaksa sebelum akhirnya dibunuh.
Informasi yang beredar menyebut, pelaku bukan hanya satu orang. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria