RADARSOLO.COM - Dugaan bullying atau perundungan kembali terjadi di dunia pendidikan di Indonesia.
Kejadian ini menimpa siswi yang bersekolah di SMA Binus School, Simprug, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Korban yang berinisial RE, 16, diduga mengalami kekerasan fisik dan psikis hingga pelecehan seksual.
Pengacara korban, Agustinus Nahak mengatakan, peristiwa bermula sejak kliennya masuk sekolah pada November 2023.
Pada awalanya terjadi perundungan secara verbal. Lambat laut mulai meningkat ke kekerasan fisik, tepatnya sekitar 30-31 Januari 2024.
"(Pelaku) Ada yang mengaku sebagai anak ketua partai, ada pula yang mengaku sebagai anak pejabat," kata Agustinus, Senin (16/9).
RE menyatakan kepada para pelaku tidak ingin mencari masalah. Namun, para pelaku malah terpancing emosi dan mengeluarkan makian.
Hingga pada akhirnya pelaku berinisial R, C, K dan KE, memukul secara bergantian hingga babak belur.
RE mengaku mengalami trauma berat atas peristiwa ini. RE kerap berteriak histeris ketika tiba-tiba teringat peristiwa nahas tersebut. Bahkan dia sempat terlintas ingin bunuh diri.
Keluarga korban sempat meminta klarifikasi dari pihak sekolah. Hingga pada akhirnya RE sempat menjalani sekolah daring.
Namun, pelaku terus memburu RE dengan melakukan perundungan daring. Pada akhirnya, RE tidak mau lagi bersekolah.
Atas dasar itu, orang tua memutuskan membawa kasus ini ke ranah hukum. Laporan telah dimasukan ke Polres Metro Jakarta Selatan sejak Februari 2024.
Sejauh ini, penyidik mengaku sudah memeriksa sebanyak 18 orang saksi.
Selain itu penyidik juga pernah melakukan mediasi. Dalam pertemuan itu, pihak Yayasan sudah meminta maaf atas kejadian yang berlangsung. (dam)
Editor : Damianus Bram