Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Kronologi Detik-detik Indra Septiarman Bunuh dan Rudapaksa Nia Kurnia Sari Gadis Penjual Gorengan, Niat Jahat Muncul saat Hujan Lebat

Syahaamah Fikria • Sabtu, 21 September 2024 | 00:36 WIB
Penampakan Indra Septiarman, pelaku pembunuhan Nia Kurnia Sari, gadis penjual gorengan di Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Penampakan Indra Septiarman, pelaku pembunuhan Nia Kurnia Sari, gadis penjual gorengan di Padang Pariaman, Sumatera Barat.

RADARSOLO.COM - Benar-benar keji dan biadab aksi Indra Septiarman (IS), 26, kepada Nia Kurnia Sari, gadis penjual gorengan di Padang Pariaman, Sumatera Barat. Dia merudapaksa, membunuh, dan mengubur jasad gadis itu dalam keadaan terikat dan tanpa busana.

Bahkan, Indra Septiarman ternyata telah membuat rencana untuk merudapaksa Nia Kurnia Sari. Salah satunya dengan menyiapkan tali rafia merah.

Hingga akhirnya, pria pengangguran itu tak hanya melakukan rudapaksa, namun juga membunuh gadis penjual gorengan tersebut dengan cara disekap hingga kehabisan napas.

Kronologi Rudapaksa dan Pembunuhan Nia Kurnia Sari

Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono membeberkan kronologi kejadian keji yang menimpa Nia Kurnia Sari pada Jumat (6/9) lalu itu.

Bermula saat Nia melakukan pekerjaannya menjajakan gorengan keliling kampung dengan berjalan kaki sekitar pukul 16.00 WIB.

Sekira pukul 17.00 WIB, ada empat pemuda yang sedang duduk di warung melihat Nia dari kejauhan. Salah satu pemuda itu adalah Indra Septiarman.

Saat itu, tiga dari empat pemuda itu hendak membeli gorengan yang dijajakan Nia.

Kebetulan sore itu hujan turun dengan lebat. Setelah membeli gorengan, terbersit niat jahat Indra untuk memperkosa Nia Kurnia Sari.

Sekira pukul 18.25 WIB, Indra melihat Nia tengah berjalan di sekitar Pasar Gelombang, hendak pulang ke rumah.

Indra yang sudah berpisah dengan tiga temannya yang lain, ternyata nekat megikuti Nia.

Dia yang sudah membawa tali rafia itu pun menghadang dan menyekap Nia, dengan niat hendak merudapaksa.

Namun, ternyata Nia berupaya melakukan perlawanan.

"Saat menyekap korban, IS tidak merencanakan untuk membunuhnya, hanya untuk memperkosanya," ujarnya.

Mendapat perlawanan, Indra pun menyekap korban hingga tak sadarkan diri.

Kemudian, pria pengangguran itu dengan sadis merudapaksa Nia yang sudah tak sadarkan diri.

Setelah puas melampiaskan nafsunya, Indra mengubur Nia pada malam itu juga.

Usai menguburkan korban, sekira pukul 20.00 WIB, tersangka Indra pulang ke rumah untuk mengganti pakainnya yang sudah kotor dan basah kuyup.

Dia juga sempat kembali lagi ke warung tempat terakhir bertemu Nia saat membeli gorengan.

Di sisi lain, karena korban tak juga pulang ke rumah hingga malam, keluarga dan tetangga Nia pun berusaha melakukan pencarian.

Hingga akhirnya Nia Kurnia Sari ditemukan sudah tak bernyawa, terkubur dalam kondiri terikat dan tanpa busana pada Minggu (8/9).

Suharyono menuturkan, tersangka mengubur korban karena saat dilakukan penyekapan dan rudapaksa sudah tak sadarkan diri.

"Sesuai keterangan tersangka, dipastikan kejadian mulai pemerkosaan sampai pemakaman berlangsung di hari yang sama, Jumat (6/9)," ujar kapolda. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#Nia Kurnia Sari #Indra Septiarman #gadis penjual gorengan #padang pariaman #Rudapaksa #pembunuhan