RADARSOLO.COM - Indra Septiarman, 26, telah merencanakan aksi bejatnya merudapaksa Nia Kurnia Sari, gadis penjual gorengan di Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Berdasarkan pemeriksaan polisi kepada Indra Septiarman, niat jahat itu muncul saat pria pengangguran tersebut membeli gorengan Nia Kurnia Sari, bersama teman-temannya pada Jumat (6/9) sore.
Bahkan, Indra sudah menyiapkan tali rafia merah untuk menyekap korban, demi melancarkan niat jahatnya itu.
Tersangka saat itu mengikuti korban yang berjalan kaki hendak pulang ke rumah, usai berjualan gorengan.
"Pelaku mengikuti dan mengadang korban. Saat itu, korban disekap dan mulut ditutup. Dan (korban) dibawa ke atas bukit," kata Kapolda Sumatera Barat Irjen Suharyono saat konferensi pers, Jumat (20/9).
Sampai di atas bukit, Indra lantas merudapaksa Nia Kurnia Sari. Saat itu, Nia sudah dalam kondisi tak sadarkan diri setelah mulutnya dibekap dan kehilangan napas.
"Saat korban disekap dan diperkosa, mulut korban ditutup oleh tersangka," ucap kapolda.
Usai melakukan rudapaksa, Indra lantas mengubur Nia yang sudah tak sadarkan diri, dalam kondisi terikat dan tanpa busana.
Korban dikubur dengan kedalaman 1 meter, sekitar 200 meter dari atas bukit.
Kepada polisi, Indra Septiarman mengaku awalnya berniat merudapaksa bukan untuk membunuh korban. Namun, korban melakukan perlawanan saat disekap.
"Saat menyekap korban, IS tidak merencanakan untuk membunuhnya, hanya untuk memperkosanya," kata kapolda. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria