RADARSOLO.COM - Potongan video yang memperlihatkan pembagian bantuan gizi ibu hamil yang berisi telur diambil lagi oleh petugas setelah difoto, jadi viral di media sosial.
Dalam video yang beredar di medsos dan menjadi viral, terlihat ibu hamil yang memegang bantuan paket gizi. Kemudian, petugas memberikan satu pack telur dan difoto untuk dokumentasi.
Setelah difoto, ibu hamil itu hendak memasukkan telur tersebut ke dalam plastik bersama makanan gizi lainnya.
Namun, petugas justru meminta telur itu kembali.
"Maaa telornya ga boe dimasukkin maa," tulis keterangan dalam video yang diunggah akun Instagram @memomedsos_official itu.
Kemudian pada potongan video lainnya, tampak warga yang membuka paket bantuan gizi ibu hamil.
Dalam plastik putih itu berisi susu untuk ibu hamil dan dua jenis biskuit. Tak ada telur dalam plastik tersebut.
Sementara itu, berdasarkan spanduk yang tampak dalam video viral, diketahui momen bantuan telur untuk ibu hamil diminta kembali oleh petugas itu terjadi di Desa Citeureup, Desa Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung pada Kamis (3/10).
Sekretaris Desa (Sekdes) Citeureup Oom Rukmana mengatakan, kejadian yang terekam dalam video viral itu hanya kesalahpahaman dari penggunggah video.
"Ketidaktahuan dan kesalahpahaman terkait bantuan yang diterima penerima manfaat," ujar Oom.
Di lantas menjelaskan, penyaluran bantuan gizi untuk ibu hamil dilaksanakan dalam dua tahap.
Tahap pertama telah dilakukan pada Agustus lalu. Kemudian tahap kedua pada Oktober ini.
"Disalurkan dua kali. Nah, saat penyaluran pertama terjadi dropping (bantuan) yang dobel," kata dia.
Akhirnya, lanjut Oom, diambil kebijakan untuk penyaluran bantuan gizi tahap kedua diserahkan lebih awal atau menjadi satu di tahap pertama.
Hal itu pun telah disetujui oleh para kader.
"Ada kesalahpahaman, dan sudah disalurkan di tahap sebelumnya. Karena ketidaktahuan tersebut akhirnya timbul video di media sosial," ujar Oom.
Lebih lanjut ditegaskan Oom, penyaluran bantuan gizi untuk ibu hamil dan balita di wilayahnya sudah tepat sasaran.
Semua bantuan telah diserahkan kepada warga yang membutuhkan.
Oom memastikan, tak ada pemotongan atau pengurangan bantuan gizi untuk ibu hamil.
"Bantuan (telur)sudah dibagikan sebelumnya pada tahap pertama bulan Agustus. Sehingga bantuan sudah memenuhi persyaratan," tandas Oom. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria