RADARSOLO.COM - Perekam video viral bantuan gizi berupa telur untuk ibu hamil yang diminta kembali setelah difoto petugas, akhirnya meminta maaf.
Pihak perekam, yakni suami-istri Oki dan Intan, mengakui ada kesalahpahaman di balik video yang kini beredar dan jadi viral di medsos itu.
Intan kemudian menceritakan, saat itu dirinya dan sang suami ikut sebagai salah satu penerima manfaat bantuan gizi ibu hamil di Desa Citeureup, Desa Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.
Video yang jadi viral itu pun direkam sang suami saat pembagian bantuan, Kamis (3/10) lalu.
Kemudian, Intan iseng-iseng memposting video itu.
"Saya baru melahirkan, terus nggak ada kegiatan apa-apa karena jaga anak. Karena anaknya tidur suka iseng-iseng aja gitu kan main HP," kata Intan.
Diakui Intan, dirinya salah paham terkait pengaluran bantuan gizi untuk ibu hamil.
Sehingga video yang dipostingnya pun menimbulkan kesalahpahaman orang yang menontonnya
Sebab, bantuan telur yang dikira diambil lagi oleh petugas usai difoto, ternyata sudah diberikan dua kali saat penyaluran tahap pertama, Agustus lalu.
Intan mengatakan, dia mendapat bantuan telur sebanyak dua kali pada bulan Agustus.
"Saya kira paketan yang bulan Agustus keluarnya dua. Ternyata yang bulan Agustus (yang diberikan) selang seminggu itu seharusnya ada di bulan Oktober (penyaluran tahap kedua)," papar dia.
Karena salah paham itu, maka saat menerima bantuan di bulamn Oktober, Intan mengira tak lagi mendapat telur.
"Ternyata yang bulan Agustus harusnya Oktober," ucapnya.
Atas kesalahpahaman itu, Intan akhirnya menyampaikan permintaan maaf.
"Saya minta maaf, khususnya untuk Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung atas viralnya video yang saya unggah karena sempat membuat kegaduhan untuk kita semua," ucap Intan.
Menurutnya, kejadian ini telah menjadi pelajaran baginya.
"Jadi pembelajaran ke depan kalau gabut itu enggak boleh posting sembarangan," imbuh dia.
Terpisah, Sekretaris Desa (Sekdes) Citeureup Oom Rukmana mengatakan, kejadian yang terekam dalam video viral itu hanya kesalahpahaman dari penggunggah video.
"Ketidaktahuan dan kesalahpahaman terkait bantuan yang diterima penerima manfaat," ujar Oom.
Dia menjelaskan, penyaluran bantuan gizi untuk ibu hamil dilaksanakan dalam dua tahap.
Tahap pertama telah dilakukan pada Agustus lalu. Kemudian tahap kedua pada Oktober ini.
"Disalurkan dua kali. Nah, saat penyaluran pertama terjadi dropping (bantuan) yang dobel," kata dia.
Akhirnya, lanjut Oom, diambil kebijakan untuk penyaluran bantuan tahap kedua diserahkan lebih awal atau menjadi satu di tahap pertama.
Hal itu pun telah disetujui oleh para kader.
"Ada kesalahpahaman, dan sudah disalurkan di tahap sebelumnya. Karena ketidaktahuan tersebut akhirnya timbul video di media sosial," ujar Oom.
Dia juga menegaskan, penyaluran bantuan gizi untuk ibu hamil dan balita di wilayahnya sudah tepat sasaran dan sesuai ketentuan. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria