RADARSOLO.COM - Keluarga Polres Boyolali berduka dengan meninggalnya Kapolres Boyolali AKBP Muhammad Yoga Buana Dipta Ilafi pada Minggu (6/10) malam.
Kapolres mengembuskan napas terakhir setelah sekira lima hari mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Telogorejo, Semarang.
Yakni usai mengalami kecelakaan di KM 346 ruas Jalan Tol Pemalang-Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah pada Selasa (1/10) dini hari lalu.
Kabar ini benar-benar menjadi duka mendalam.
Karena sebelumnya akibat kecelakaan tersebut, dua anggota Polri yakni driver dan ajudan kapolres Boyolali meninggal dunia saat kejadian.
Berikut kronologi kecelakaan tragis di Jalan Tol Pemalang-Batang yang mengakibatkan kapolres Boyolali meninggal dunia:
1. Hendak ke Jakarta
Saat kejadian, Kapolres Boyolali AKBP Muhammad Yoga Buana Dipta Ilafi rencananya hendak ke Jakarta untuk menjenguk kerabat yang sakit.
Kapolres berangkat menggunakan mobil Toyota Fortuner bernopol B 1981 MY. Bersama driver Bripda Vabrilian Dean Artono dan sang ajudan Bripda Rio Risna Saputra.
Keberangkatan kapolres sudah atas seizin Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo.
"Bukan perjalanan dinas, jadi yang bersangkutan mau menjenguk saudara di Jakarta. Kemudian sudah mendapat izin dari pak kapolda," tutur Kabid Humas Polda Jateng Kombespol Artanto, Selasa (1/10).
2. Alami Kecelakaan
Sampai di KM 346 ruas Jalan Tol Pemalang-Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, rombongan kapolres Boyolali mengalami kecelakaan.
Bermula saat truk pengangkut tiang listrik dari cor beton melaju di lajur kiri dari arah Semarang menuju Tegal atau timur ke barat.
Truk itu disopiri Budi Prastika, 40, warga Dusun Krajan, Desa Kebondalem, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang.
Sesampainya di KM 346, dari arah belakang truk terdengar suara benturan keras.
Kemudian Budi menepikan truknya dan mendapati bagian belakang tertabrak Toyota Fortuner yang ditumpangi kapolres Boyolali.
3. Kondisi Mobil Ringsek
Usai mengalami kecelakaan, kondisi mobil Toyota Fortuner hitam bernopol B 1981 MY yang ditumpangi kapolres Boyolali terlihat ringsek parah.
Paling parah terlihat di bagian depan hingga atap mobil.
4. Driver dan Ajudan Meninggal
Akibat kecelakaan tersebut, ajudan kapolres Boyolali yang duduk di jok depan dan sopir mobil meninggal dunia.
Ajudan kapolres Boyolali, Bripda Rio Risna Saputra, 23, berasal dari Dusun Ngadirejo, Kelurahan/Kecamatan Mojosongo, Boyolali.
Jenazahnya dimakamkan di TPU Butuh Mojosongo.
Rio diketahui akan menikah dengan pujaan hatinya tahun depan.
Namun, kini rencana pernikahan itu hanya tinggal kenangan.
Sementara driver Bripda Vabrilian Dean,23, yang merupakan warga Dusun Asemgrowong, Desa Sembungan, Kecamatan Nogosari, Boyolali dimakamkan TPU Dusun Karangmojo, Kecamatan Nogosari, Boyolali.
5. Kapolres Boyolali Sempat Dirawat di RS Telogorejo
Kapolres Boyolali yang jadi satu-satunya korban selamat usai kecelakaan, mendapatkan perawatan insentif di RS Telogorejo,Semarang.
Kondisi kapolres sempat dikabarkan sudah mulai pulih. Namun, belum bisa dimintai keterangan soal kecelakaan tersebut.
"Kapolres sehat, tapi masih diperiksa di Telogorejo luka dan shock terhadap kejadian tersebut," ujar Artanto.
6. Kabar Duka dari Kapolres
Setelah beberapa hari menjalani perawatan, Kapolres Boyolali AKBP Muhammad Yoga Buana Dipta Ilafi mengembuskan napas terakhir pada Minggu (6/10) malam.
"Telah berpulang menghadap Allah SWT Bpk Kapolres AKBP Muhammad Yoga Buana Dipta Ilafi. Semoga Almarhum Husnul Khotimah. Mhn doanya," tulis beberapa kolega di story WhatsApp.
Jenazah kapolres Boyolali disemayamkan di rumah duka di Bukit Novo, Pancoranmas, Depok, Jabar. Dan dimakamkan di Depok pada Senin (7/10) siang.
Meninggalnya lulusan Akpol tahun 2003 yang pernah bertugas di KPK selama 6 tahun itu, jadi duka mendalam.
Jajaran Polres Boyolali menggelar Sholat Gaib dan doa bersama di Masjid Al Ikhlas, mapolres setempat.
Selain itu, juga dilakukan pengebaran bendera setengah tiang di Mapolres Boyolali.
7. Penyebab Kecelakaan Terus Diselidiki
Polisi juga terus menyelidiki kasus kecelakaan yang menyebabkan driver, ajudan dan kapolres Boyolali meninggal tersebut.
Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Sonny Irawan mengatakan, pihaknya telah melakukan beberapa upaya penyelidikan.
Termasuk olah tempat kejadian perkara (TKP) dan Traffic Accident Analysis (TAA) di lokasi kecelakaan.
Beberapa saksi juga telah dimintai keterangan. Mulai sopir dan kenek truk, perwakilan Dinas Perhubungan setempat, hingga Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Jateng, serta anggota Polri yang pertama kali tiba di tempat kejadian.
"Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari BPTD terkait dugaan truk yang membawa muatan berlebih. Hasil ini akan menjadi bahan utama dalam gelar perkara untuk menentukan penyebab pasti kecelakaan," tutur Sonny, Minggu (6/10). (rgl/atn/ria)
Editor : Syahaamah Fikria