Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Klaster Usaha Rumput Laut di Nusa Penida Bali, Kunci Kesuksesan Ekonomi Desa

Tri wahyu Cahyono • Selasa, 8 Oktober 2024 | 21:21 WIB
Sejak 2012, potensi rumput laut mampu mendongkrak perekonomian warga Dusun Semaya, Desa Suana, Nusa Penida, Bali.
Sejak 2012, potensi rumput laut mampu mendongkrak perekonomian warga Dusun Semaya, Desa Suana, Nusa Penida, Bali.

RADARSOLO.COM-Siapa sangka rumput laut dapat menjadi bagian penting dari kisah keberhasilan Dusun Semaya, Desa Suana, Nusa Penida, Bali sejak 2012.

Hingga saat ini, rumput laut yang ditanam oleh para petani setempat tetap dijaga kualitasnya agar tetap stabil dan diminati di pasaran.

Untuk menjaga kapasitas dan kualitas produk, masyarakat Dusun Semaya membentuk kelompok petani rumput laut.

Ketua Klaster I Nyoman Sudastra menjelaskan, kelompok tersebut didirikan untuk menyatukan pandangan para petani rumput laut serta menjaga mutu produk dengan persiapan lahan dan pemilihan bibit yang berkualitas.

“Kami memilih bibit yang berkualitas untuk memastikan pertumbuhan optimal, dan menyiapkan lahan dengan teliti. Panen biasanya dilakukan setiap bulan, namun bisa lebih sering tergantung pada luas lahan yang kami kelola,” ujarnya.

Saat ini, mayoritas warga Dusun Semaya bekerja sebagai petani rumput laut.

Pendapatan dari budidaya rumput laut ini telah memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat.

Tak hanya laki-laki yang terlibat, tetapi perempuan juga berperan aktif dalam proses budidaya.

Salah satunya adalah Ni Wayan Sari Warningsih yang mengolah rumput laut menjadi produk bernilai tambah seperti kerupuk rumput laut.

Untuk meningkatkan kapasitas produksi, sebagian besar petani rumput laut telah mendapatkan dukungan permodalan dari BRI melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI.

Selain itu, para petani juga diberikan edukasi dan kemudahan transaksi keuangan melalui aplikasi BRImo.

Wayan Sugarta, salah satu anggota klaster mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada BRI yang telah memberikan dukungan dalam bentuk pemberdayaan.

Baca Juga: BRI Dukung Pemberdayaan UMKM di MotoGP Mandalika 2024 melalui Lombok Sumbawa Nusantara Fair

Termasuk sarana pendukung produksi seperti jaring dan tali yang sangat membantu peningkatan kapasitas produksi rumput laut.

“Transaksi jual beli juga kami lakukan menggunakan BRImo, baik dengan pabrik maupun eksportir. Berbicara soal permodalan dari BRI, sangat luar biasa sekali," terang Wayan Sugarta.

"BRI telah membantu saya memulai usaha ini. Oleh karena itu, saya sering mengatakan bahwa BRI adalah orang tua kedua saya yang selalu mendukung usaha saya,” imbuhnya.

Di sisi lain, Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari menegaskan, klaster usaha seperti ini merupakan bentuk pemberdayaan kepada kelompok yang memiliki kesamaan usaha dalam satu wilayah.

Sehingga tercipta keakraban dan kebersamaan dalam peningkatan dan pengembangan usaha anggotanya.

Hingga akhir Agustus 2024, BRI telah memiliki 32.449 klaster usaha yang tergabung dalam program Klasterku Hidupku.

BRI juga telah menyelenggarakan lebih dari 2.000 pelatihan dalam program tersebut.

“Program Klasterku Hidupku menjadi salah satu bentuk strategi pemberdayaan yang kami utamakan," jelas Supari.

Secara umum, strategi bisnis mikro BRI di 2024 akan berfokus pada pemberdayaan sebelum pembiayaan.

BRI sebagai bank yang berkomitmen kepada pelaku UMKM memiliki kerangka pemberdayaan yang dimulai dari fase dasar, integrasi, hingga interkoneksi. (*)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#BRI #pemberdayaan #Klaster #BBRI #umkm #kelompok