Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Kenapa SMA 70 Jakarta Trending di X? Ternyata Jadi Lokasi Uji Coba Makan Siang Gratis Paling Mewah, Begini Respon Gibran Rakabuming!

Nindia Aprilia • Kamis, 10 Oktober 2024 | 21:01 WIB
Program makan siang gratis yang dilakukan oleh Gibrang Rakabuming di SMA 70 Jakarta.
Program makan siang gratis yang dilakukan oleh Gibrang Rakabuming di SMA 70 Jakarta.

RADARSOLO.COM - Program makan siang gratis yang diinisiasi oleh pasangan Presiden dan Wakil Presiden terpilih kini semakin gencar dilakukan di berbagai wilayah.

Setelah sukses melakukan uji coba di Kota Solo, kali ini Gibran Rakabuming, Wakil Presiden terpilih, melanjutkan uji coba program tersebut di DKI Jakarta.

Dalam kunjungannya, Gibran didampingi oleh Pejabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, yang turut memantau pelaksanaan program makan siang gratis di SMAN 70 Jakarta, Rabu (11/10).

Program ini bertujuan untuk menyediakan makanan bergizi kepada siswa-siswi di berbagai jenjang pendidikan dengan anggaran Rp 25.000 per porsi.

Pada uji coba kali ini, sebanyak 1.075 orang mendapat makanan yang dinilai lebih mewah dibandingkan uji coba di daerah lain.

Menunya terdiri dari nasi, ayam teriyaki, perkedel, tahu, dan salad yang tersaji dalam paket yang menggugah selera.

“Saya lihat menu hari ini termasuk yang paling mewah, Pak. Kalau kemarin kami lihat, minggu lalu ya, kami ngecek beberapa tempat di Hambalang, Sentul, ini saya kira hari ini yang paling lengkap, paling mewah,” sebut Gibran di SMAN 70 Jakarta.

Heru Budi Hartono menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Gibran dan tim penyelenggara yang telah memilih DKI Jakarta sebagai salah satu lokasi uji coba program makan siang gratis ini.

Menurutnya, respons dari para siswa SMA sangat baik dan sebagian besar menyukai menu yang disajikan.

Hal ini berbeda dengan pengalaman sebelumnya ketika uji coba dilakukan di tingkat SD, yang membutuhkan penyesuaian menu agar sesuai dengan selera anak-anak.

 

Baca Juga: Jumlah Korban Pencabulan di Panti Asuhan Tangerang Bertambah, Polisi Endus Dugaan Eksploitasi Anak dan Perdagangan Orang

"Relatif anak-anak SMA suka. Beda dengan kemarin, lima kali kami uji coba di SD kami harus menyesuaikan menu, menu yang memang disukai oleh anak-anak SD," ujar Heru.

Perbedaan usia dan selera makan antara siswa SD dan SMA menjadi tantangan tersendiri bagi tim penyelenggara.

Anak-anak di tingkat SD cenderung lebih selektif terhadap jenis makanan, terutama jika dibandingkan dengan siswa SMA yang lebih mudah menerima menu yang bervariasi.

Oleh karena itu, pihak penyelenggara terus berupaya menyesuaikan menu agar program makan siang ini dapat dinikmati oleh seluruh siswa di setiap jenjang pendidikan.

Program makan siang gratis ini diharapkan bisa diluncurkan secara resmi pada tahun 2025 mendatang sebagai salah satu program unggulan pemerintah pusat.

Oleh karena itu, uji coba di berbagai wilayah, termasuk di Solo dan DKI Jakarta, menjadi sangat penting untuk mengumpulkan masukan dan evaluasi.

“Kami masih membutuhkan masukan dan saran dari berbagai pihak sebelum terlaksananya program makan gratis di tahun 2025 nanti,” ungkap Heru.

Salah satu tantangan yang dihadapi oleh penyelenggara adalah menemukan menu yang dapat diterima di seluruh wilayah Indonesia, mengingat perbedaan selera makan dan ketersediaan bahan makanan di setiap daerah.

Selain itu, memastikan anggaran yang tersedia digunakan secara efektif untuk menyediakan makanan bergizi dengan porsi yang sesuai juga menjadi fokus utama.

 

Program makan siang gratis ini diharapkan dapat terlaksana dengan baik dan membawa manfaat besar bagi seluruh siswa di Indonesia pada tahun-tahun mendatang. (nda)

Editor : Nindia Aprilia
#Gibran Rakabuming #mewah #prabowo suabianto #sma 70 jakarta #makan siang gratis