RADARSOLO.COM - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) turun tangan soal kontroversi kampus Universal International Partnership for Multiculturalism (UIPM).
Diketahui sebelumnya, UIPM mengklaim pihaknya merupakan kampus yang berada di bawah naungan PBB.
Namun melalui perwakilan National Information Officer, PBB menyatakan bahwa mereka tidak memiliki keterkaitan resmi dengan UIPM.
Pernyataan ini muncul setelah adanya klaim dari UIPM yang mengindikasikan bahwa mereka memiliki kedudukan setara dengan organisasi internasional seperti UNESCO dan WHO.
Dalam cuitannya di akun X (sebelumnya Twitter), Mazzini, seorang aktivis media sosial, mengungkap bahwa pengurus UIPM diduga menyebarkan informasi palsu terkait hubungan mereka dengan PBB.
Menurut Mazzini, klaim UIPM tersebut tidak lebih dari “halusinasi gerombolan penipu.”
PBB juga menegaskan bahwa UIPM memang terdaftar di ECOSOC sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) bidang penelitian.
Namun UIPM terdaftar hanya dengan status konsultatif.
Hal ini berarti UIPM tidak berada di bawah naungan PBB ataupun memiliki hubungan struktural dengan badan-badan internasional tersebut.
"Status konsultatif tidak membuat UIPM menjadi bagian dari PBB, UNESCO, atau WHO," kata Siska Widyawati, perwakilan Indonesia di PBB, menguatkan pernyataan tersebut.
Mazzini pun menduga bahwa status konsultatif ini disalahgunakan untuk kegiatan ilegal, termasuk dugaan penipuan jual beli gelar akademik.
Baca Juga: SMKN 5 Sukoharjo Cetak SDM Unggul Sesuai Kebutuhan Dunia Kerja
Isu ini telah dilaporkan kepada pihak berwenang di Indonesia untuk ditindaklanjuti.
"Jadi Rantastia si tentara palsu ini mengajak teman yang setara gobloknya dengan dia untuk menggunakan status konsultatif LSM di ECOSOC sebagai tameng UIPM melakukan tindakan penipuan jual beli gelar akademik." tulis Mazzini di akun X miliknya, dikutip pada Minggu (13/10).
Dengan blak-blakan, Mazzini kemudian menandai Divisi Humas Polri dan Polda Metro Jaya untuk segera menangkap jajaran petinggi UIPM.
"Pertanyaannya, kapan gerombolan penipu ini akan ditangkap? Yth Polda Metro Jaya Divisi Humas Polri?" pungkasnya.
Diketahui, UIPM mulai jadi sorotan setelah pihak kampus memberikan gelar Doctor Honoris Causa kepada Raffi Ahmad.
Gelar kehormatan untuk Raffi Ahmad tersebut kemudian dipertanyakan publik, lantaran diduga bakal dipergunakan sang artis untuk mencari jabatan sekelas Menteri. (lz)
Editor : Laila Zakiya