RADARSOLO.COM - Anies Rasyid Baswedan, lewat unggahan media sosialnya memamerkan agendanya di Kota Solo.
Dalam kunjungannya ke Kota Solo, Anies Baswedan hadir sebagai pembicara dalam salah satu program diskusi terbuka untuk Intellectual Leadership School (ILS) yang merupakan bagian dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS).
Program bernama 'Anies Dolan Surakarta' ini mengusung tema Pemuda dalam Bernegara.
Dalam acara tersebut, eks Gubernur Jakarta itu membahas topik 'Peran Strategis dalam Demokrasi Konstruktif'.
Acara yang dibintangi Anies Baswedan tersebut berlangsung di UNS Inn Indraprastha pada hari Selasa (22/10/2024).
Tentu program ini mendapat antusiasme yang besar khususnya dari mahasiswa-mahasiswa Solo dan sekitarnya sehingga registrasi pendaftaran ditutup dalam waktu yang singkat akibat habisnya kuota pendaftaran.
Lewat event tersebut, Anies mengajak anak muda untuk menjaga konstitusi dan demokrasi pada rel yang benar.
Dalam dakwahnya, ia menyampaikan bagaimana definisi demokrasi dalam konteks bernegara.
“Yang harus ada dalam demokrasi, satu adanya oposisi. Bukan hanya sekedar ada oposisi, tapi oposisi harus dibiarkan hidup," kata Anies Baeswedan.
"Kedua, ada kebebasan berbicara, dan yang ketiga adanya perimbangan kekuasaan. Jika salah satu dari ketiga tersebut tidak ada dalam pemerintahaan, maka demokrasinya akan menurun” sambungnya.
Anies Baswedan juga mengungkap pentingnya penegak keadilan dalam demokrasi.
Baca Juga: PSCS Cilacap Bentuk Tim Di luar Jawa Tengah, Rapor Uji Coba Pramusim Liga 3 Terbilang Cukup Bagus
“Pertama, bila hakim dikendalikan oleh penguasa. Kedua bila lawan ditiadakan. dan yang ketiga bila aturan main diubah, itu tanda-tanda matinya demokrasi.” lanjutnya menjelaskan ciri-ciri demokrasi negara yang menurun.
Acara yang dibintangi Anies Baswedan ini kemudian menerima respon baik pro maupun kontra dengan berbagai ungkapan yang dikeluhkan baik secara lisan maupun non-lisan dengan cuitan di laman sosial media.
Terlihat pada postingan poster pada laman instagram @bemuns, netizen terutama dengan latar belakang mahasiswa UNS memberikan respon beragam di kolom komentar.
“keren nih pembicaranya, cuman kalo ngeliat dari modelan captionnya, emang ini organisasi enggak netral” tulis akun instagram @danendrafau.
Di luar ungkapan protes dan sarkasme yang ditulis, beberapa mengungkapkan perasaan respect-nya kepada Anies karena mau berdialog dengan mahasiswa dan membahas demokrasi negara.
Selepas program “Anies Dolan Surakarta” berakhir, Anies ungkapkan kebanggaannya akan antusiasme peserta hingga berdesakan di venue.
“Terima kasih buat semua yg sudah hadir tadi, dan mohon maaf buat yg tidak bisa masuk. Lain kali kita cari venue yg lebih besar ya,” tulisnya dalam akun X (22/10/2024). (tere/lz)
Editor : Laila Zakiya