Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Kisah Awal Dugaan Penganiayaan Anak Polisi oleh Guru Honorer Supriyani Dibeberkan oleh Aipda WH, Mulanya Cuma Ngaku Begini

Laila Zakiya • Kamis, 31 Oktober 2024 | 18:27 WIB
Supriyani, guru SDN di Baito tak kuasa menahan tangis saat penangguhan penahanannya dikabulkan Pengadilan Negeri Andoolo.
Supriyani, guru SDN di Baito tak kuasa menahan tangis saat penangguhan penahanannya dikabulkan Pengadilan Negeri Andoolo.

RADARSOLO.COM - Aipda Wibowo Hasyim, atau WH, mengungkap kronologi awal penemuan luka di tubuh anaknya, D, yang menjadi awal mula kasus dugaan penganiayaan oleh guru honorer Supriyani.

Aipda WH menceritakan, penemuan luka di tubuh anaknya tersebut bermula pada Jumat, 26 April 2024.

Saat itu, Aipda WH sedang memandikan anaknya sebelum melaksanakan salat Jumat.

Dalam proses itu, istrinya memberitahukan adanya luka di tubuh anak mereka.

"Ibunya menyampaikan, 'Oh iya Pa, itu kemarin ibu lihat ada bekas merah kehitaman di pahanya'," ucap Aipda WH saat memberikan kesaksian di Pengadilan Negeri Andoolo, Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, pada Rabu (30/10/2024), dikutip dari Tribunnews Sultra.

FN, ibu D, menjelaskan bahwa pada awalnya anaknya mengatakan luka tersebut didapat karena terjatuh saat bersama ayahnya.

"Ibu tanya, katanya jatuh sama papa," lanjutnya.

Aipda WH pun meminta penjelasan langsung dari D.

Namun, setelah melihat luka tersebut, ia merasa ragu bahwa itu hanya akibat jatuh.

FN kemudian bertanya lebih dalam kepada D mengenai asal-usul luka itu, hingga akhirnya anaknya menyebut nama Supriyani sebagai pelaku.

"Setelah ibunya menanyakan, ibunya menyampaikan yang bersangkutan dipukul oleh ibu Supriyani," jelas WH.

Baca Juga: Pementasan Drama Meriahkan Panggung Literasi di SDIT Muhammadiyah Al-Kautsar Sukoharjo

Aipda WH juga telah mengingatkan anaknya agar tidak berbohong mengenai kejadian tersebut.

Atas dasar pengakuan tersebut, WH dan FN mulai mencari saksi yang mungkin mengetahui peristiwa tersebut.

Dari keterangan saksi yang diperoleh, dua orang mengaku melihat kejadian dugaan penganiayaan tersebut.

Setelah itu, Aipda WH melaporkan kejadian ini kepada atasannya di Polsek Baito.

Berdasarkan arahan dari Kapolsek, WH dan istrinya, FN, akhirnya melaporkan Supriyani, guru honorer tersebut, ke pihak berwenang. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#dugaan penganiayaan #viral #konawe selatan #guru honorer #Supriyani #Aipda Wibowo Hasyim