RADARSOLO.COM - Kecelakaan tragis terjadi di Cipondoh, Tangerang, pada Kamis, 31 Oktober 2024, ketika sebuah truk kontainer melaju ugal-ugalan dan menabrak puluhan kendaraan bermotor, baik sepeda motor maupun mobil.
Insiden kecelakaan truk kontainer ini menyebabkan kepanikan di sepanjang jalan dan mengakibatkan puluhan korban luka serta beberapa korban jiwa, menciptakan suasana mencekam di sekitar lokasi kejadian.
Peristiwa kecelakaan truk kontainer tersebut menjadi perhatian publik, dengan tagar 'Truk dan Cipondoh yang berisi tentang kecelakaan truk kontainer ini yang viral dan menjadi trending topic di media sosial X (sebelumnya dikenal sebagai Twitter), sebagaimana dipantau oleh RadarSolo.com pada Jumat (1/11/2024).
Truk itu baru berhasil dihentikan setelah pengejaran dramatis hingga mencapai Bundaran Tugu Adipura, di mana warga yang marah langsung menghakimi sopir truk hingga tak sadarkan diri.
Kecelakaan ini tak hanya disebabkan oleh kelalaian biasa, melainkan memiliki sisi misterius.
Berdasarkan cuitan dari akun Twitter @ciwaciw21, truk tersebut diduga telah dibajak oleh kenek yang mengambil alih kemudi.
Lebih mengejutkan lagi, cuitan itu mengungkapkan bahwa sopir asli truk kontainer tersebut diduga tewas dibunuh oleh keneknya sendiri, lalu jasadnya dibuang di tempat sampah.
“Itu truknya dibajak sama keneknya, sopirnya dibunuh keneknya, dibuang di tempat sampah,” demikian bunyi cuitan tersebut, yang berhasil mengguncang publik dan menambah spekulasi tentang motif di balik kecelakaan ini.
Rekaman video yang diunggah oleh akun Twitter @felix_sanggam menunjukkan bahwa truk tersebut sudah terlihat melaju ugal-ugalan sejak Bekasi, dengan kecepatan tinggi dan sulit dikendalikan, hingga akhirnya menyebabkan kecelakaan fatal di Cipondoh.
“Ternyata truk sudah ugal-ugalan dari Bekasi dan puncaknya di Tangerang, Cipondoh,” tulis akun tersebut, mengonfirmasi bahwa insiden ini tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan berawal sejak perjalanan panjang dari Bekasi.
Ketika truk akhirnya berhasil diberhentikan di Bundaran Tugu Adipura, sopir truk langsung dikeroyok oleh massa yang marah atas tindakannya yang sembrono dan menyebabkan banyak korban.
Baca Juga: Hore! Bioskop Baru di Sragen Segera Buka, Kapasitas 400 Orang: Catat Jadwalnya
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, menjelaskan bahwa kondisi sopir sangat kritis setelah mendapat amukan massa.
“Sopir masih belum bisa kita lakukan pemeriksaan sebab masih ngigau,” ujarnya, menjelaskan bahwa polisi masih menunggu kondisi sopir stabil agar dapat dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Selain korban luka, yang terdiri dari tiga perempuan dan satu laki-laki, laporan yang beredar juga menyebut adanya korban jiwa dalam insiden ini, termasuk seorang siswi yang diduga meninggal dunia di lokasi kejadian akibat benturan keras dari truk.
Semua korban luka segera dilarikan ke RS EMC Tangerang untuk mendapatkan perawatan intensif.
Hingga kini, pihak kepolisian masih mengumpulkan informasi tambahan untuk memastikan kronologi dan penyebab pasti kecelakaan ini.
Untuk memudahkan pelaporan, polisi juga telah membuka saluran pengaduan khusus bagi keluarga korban dan masyarakat yang ingin memberikan informasi terkait insiden ini, melalui nomor WhatsApp 082211110110. (lz)
Editor : Laila Zakiya