RADARSOLO.COM - Video iring-iringan pengantar jenazah yang melakukan pengerusakan dengan memecah kaca truk trailer di Jalan Raya Cilincing, Cilincing, Jakarta Utara, viral di media sosial.
Dalam video viral yang beredar, terlihat sejumlah pemotor yang mengawal mobil ambulans pembawa jenazah melintas di Jalan Raya Cilincing.
Salah satu pemotor tampak membawa bendera kuning, sambil dilambai-lambaikan.
Iring-iringan pemotor itu tampak melewati truk trailer. Di mana truk trailer itu tengah berhenti lantaran jadi korban pengerusakan.
Masih dalam video, terdengar suara sopir truk trailer yang mengeluh karena kaca kendaraan dipecah oleh iring-iringan pengantar jenazah tersebut.
Padahal dia sudah menepikan kendaraannya saat iring-iringan pengantar jenazah itu lewat.
"Kacau kacau nih, yang ngawal yang mati, kaca saya dipecahin. Orang udah minggir," ucap sopir truk tersebut, dikutip Kamis (7/11).
Video yang direkam oleh sopir truk trailer itu juga memperlihatkan bagian kaca kiri depan yang retak lantaran aksi pengerusakan.
Video itu pun dengan cepat tersebar dan menjadi viral di media sosial. Hingga mendapat beragam reaksi dari netizen.
"Kebiasaan, kalo ada hal begini tuh org2 yg sok jago di jalanan jadi kaya dikasih panggung. Padahal jd ksian orang yg meninggalnya. Mbok yg tentram dan damai gitu biar org-org disekitar melihat juga malah bantu doain bukan jd mencaci," komen pemilik akun Instagram @imeym***.
Sementara itu, dugaan aksi pengerusakan seperti yang terekam dalam video viral tersebut telah ditindaklanjuti Polsek Cilincing.
Kanit Reskrim Polsek Cilincing Iptu Pilipi Ginting menuturkan, peristiwa itu terjadi pada Selasa (5/11/2024) siang.
Lokasinya berada di Jalan Raya Cilincing, dekat Tanah Merdeka, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.
Menurut Pilipi, polisi telah menindaklanjuti peristiwa pecah kaca itu dengan memanggil tiga orang saksi untuk dimintai keterangan.
Ketiga orang itu, yakni AAH, ketua RT di Tanjung Priok yang ikut dalam rombongan pengantar jenazah.
Kemudian AJ selaku pengurus masjid yang juga ikut dalam iring-iringan. Serta TJ, sopir ambulans yang membawa jenazah ke pemakaman.
Namun, dari keterangan ketua RT, dirinya baru mengetahui ada aksi pengrusakan setelah videonya viral dan akhirnya dipanggil polisi untuk menerangkan insiden ini.
"Dari keterangan ketua RT, pihaknya tidak tahu jika saat iring-iringan ada warga melakukan pengerusakan kaca trailer," tutur Pilipi.
Sementara itu, saksi AJ telah menyampaikan permohonan maaf atas kejadian pengerusakan tersebut.
Dia pun mengaku siap bertanggung jawab mengganti kerusakan pada truk trailer.
Namun demikian, dikatakan Pilipi, sejauh ini sopir truk trailer dalam video viral itu belum melapor ke pihak kepolisian. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria