RADARSOLO.COM - Penunjukan Yahya Zaini sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar Bidang Organisasi, menuai kontroversi publik. Mengingat jejak digital Yahya Zaini yang pernah terjerat kasus video syur bersama pedangdut Maria Eva.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia telah mengumumkan stuktur kepengurusan Partai Golkar periode 2024-2029.
Sebanyak 152 kader masuk dalam struktur kepengurusan partai berlambang pohon beringin tersebut.
Salah satu nama yang tercantum dalam struktur kepengurusan partai adalah Yahya Zaini. Dia didapuk sebagai Ketua DPP Partai Golkar Bidang Organisasi.
Diketahui, pada periode sebelumnya Yahya Zaini juga menjabat sebagai Ketua DPP Partai Golkar.
Namun, penunjukan kembali Yahya Zaini ini sontak menimbulkan pro kontra publik.
Apalagi rekam jejak negatif politisi tersebut kini kembali terangkat.
Rekam jejak itu yakni video syur-nya bersama pedangdut Maria Eva pernah tersebar dan menghebohkan publik pada tahun 2006 lalu.
Saat itu, Maria Eva akhirnya ditetapkan sebagai tersangka penyebaran video syur penyidik Polda Metro Jaya.
Dengan munculnya kembali nama Yahya Zaini ini, kasus video syur-nya pun kembali viral dan dibicarakan netizen.
Bahkan, nama Maria Eva pun jadi trending topic di X.
Akun X @ARSIPAJA mengunggah potongan video syur yang memperlihatkan wajah Yahya Zaini.
Netizen pun mengungkapkan keheranan sekaligus kekecewaan mereka atas penunjukan Yahya Zaini sebagai pengurus partai.
Mereka bahkan mempertanyakan, apakah tidak ada politisi lain yang lebih berintegritas dan bebas masalah, yang bisa ditunjuk sebagai pengurus partai.
"ini lagi pada kenapa ya? Emang gada orang yg lebih berintegritas buat ditunjuk gitu?" komen @lvcookisncr***.
"Ni org nasibnya bagus mulu ya. Udah bikin kasus bokep tp tetep dipake, jd anggoota dpr n skr mo jd ketum. Jgn salahin "masyarakat mudah lupa". Klo doi dr awal di kick dr partai, ya doi ga bisa nyaleg lg bahkan jd ketum. Inilah perlunya partai mesti punya standar norma&integritas," tulis @yanny130***.
"negara ini mau dibawa kemana si???" kata @katakata***.
"RUSAK RUSAK," tulis @jessicaberl***.
Ada juga yang menyindir Indonesia yang sangat mudah memaafkan. Termasuk untuk hal-hal berbau skandal.
"Indonesia tidak mengenal cancel culture," @skyundoc***.
"Bangsa yang pandai memaafkan," @Bebqu***. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria