RADARSOLO.COM - Viral aksi buang susu oleh para peternak dan pengepul susu sapi di sejumlah wilayah, mendapat perhatian DPR RI.
Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menyoroti aksi protes buang susu yang dilakukan pengepul susu asal Pasuruan, Jawa Timur.
Aksi tersebut viral di media sosial sebagai bentuk kekecewaan atas pembatasan kuota pengiriman susu sapi lokal, diduga karena meningkatnya susu impor.
Atas kejadian tersebut, Saan mendesak pemerintah untuk lebih berpihak pada peternak lokal.
"Peternak sapi perah harus tetap menjadi prioritas pemerintah. Meski impor diperlukan untuk memenuhi kebutuhan, peternak lokal juga harus dilindungi," ujarnya, Sabtu (9/11).
Menurut Saan, penting untuk memastikan susu dari peternak sapi perah tetap terserap di pasar domestik sebelum pemerintah mempertimbangkan impor.
"Proteksi bagi peternak lokal sangat penting agar mereka tidak kalah bersaing dengan produk impor," tambahnya.
Saan berharap pemerintah dapat menyeimbangkan kebutuhan nasional dengan menjaga keberpihakan terhadap peternak lokal.
Sehingga produksi susu domestik tetap berjalan optimal dan berkelanjutan.
Seperti diketahui, aksi viral membuang ratusan susu sapi terjadi di sejumlah wilayah.
Tak hanya di Pasuruan, Jawa Timur, aksi buang susu juga digelar seratusan peternak dan pengepul susu di Boyolali, Jateng.
Mereka menggelar aksi membuang susu hingga mandi susu, sebagai bentuk protes tidak terserapnya susu hasil panen di industri pengolahan susu (IPS).
Para peternak menduga pembatasan kuota pengiriman susu tersebut lantaran rencana dibukanya keran impor susu.
Dalam beberapa pekan terakhir, sudah puluhan bahkan ratusan ton susu sapi Boyolali yang dikembalikan industri pengolahan susu (IPS) dengan berbagai alasan.
"Gimana, kami rugi banyak, kami butuh makan untuk sapi. Sapi juga tidak sedikit modalnya. Terus kami malah dengar kalau pemerintah mau impor terus membuka kandang peternakan di Kalimantan," ujar salah satu peternak dan peloper susu sapi asal Tamansari, Boyolali, Dono Nugroho. (rgl/ria)
Editor : Syahaamah Fikria