Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kualitas Kredit Membaik, BRI Cetak Pertumbuhan Penyaluran Hingga 8,21%

Tri wahyu Cahyono • Rabu, 13 November 2024 | 20:35 WIB
Banyak pelaku UMKM yang didampingi BRI berhasil berkembang.
Banyak pelaku UMKM yang didampingi BRI berhasil berkembang.

RADARSOLO.COM-PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp 1.353,36 triliun hingga akhir Triwulan III 2024.

Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 8,21% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Selain itu, BRI juga berhasil menjaga kualitas asetnya dengan baik, yang tercermin dari penurunan rasio Non-Performing Loan (NPL) menjadi 2,90% dari 3,07% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Tidak hanya itu, perseroan juga sukses menurunkan rasio Loan at Risk (LAR) dari 13,80% pada Triwulan III 2023 menjadi 11,66% pada Triwulan III 2024.

Direktur Manajemen Risiko BRI Agus Sudiarto mengungkapkan, penurunan rasio NPL ini didukung oleh berbagai strategi yang diterapkan BRI dalam pengelolaan kredit.

Mulai dari tahap awal (front-end), menengah (mid-end), hingga tahap akhir (back-end).

“Di front-end, kami memperketat seleksi kredit baru dan melakukan pengawasan ketat terhadap kredit yang sudah ada di buku kami. Sejak Triwulan II 2024, kami lebih selektif dalam proses underwriting kredit,” ujar Agus dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (30/10/2024).

Agus menjelaskan bahwa BRI telah menetapkan kriteria yang lebih ketat untuk menyaring debitur baru, sehingga kualitas kredit tetap terjaga.

“Pada awal 2024, rasio NPL sempat mengalami kenaikan. Namun, dengan langkah-langkah strategis yang kami terapkan, rasio NPL dan LAR berhasil ditekan,” tambahnya.

Direktur Utama BRI Sunarso menegaskan, pencapaian ini tidak lepas dari penerapan disiplin manajemen risiko di seluruh lini bisnis BRI.

BRI secara aktif memantau kualitas kredit dan menggunakan sistem peringatan dini (Early Warning System) untuk mendeteksi potensi masalah kredit sejak dini.

“Selain memantau kualitas kredit, kami memperkuat tim recovery untuk mengelola kredit bermasalah dengan lebih cepat dan efisien,” ujar Sunarso.

Baca Juga: Fitur Baru BRI, Multi-Share Class: Solusi Fleksibel untuk Investor Reksa Dana

BRI juga tetap menjaga pencadangan yang memadai dengan rasio NPL Coverage mencapai 215,44%.

"Langkah-langkah mitigasi risiko yang kami terapkan meliputi selective growth, pemantauan kredit secara proaktif, penguatan pencadangan, dan pendekatan kolaboratif bersama nasabah untuk penyelesaian kredit bermasalah," tambah Sunarso.

Dengan strategi ini, BRI optimistis dapat mempertahankan kualitas kredit yang baik dan terus tumbuh secara berkelanjutan di tengah tantangan ekonomi yang dinamis. (*)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#BRI #write off #BBRI #kualitas kredit #npl