RADARSOLO.COM - Carok menjadi trending topik di media sosial X (Twitter), Senin (18/11). Menyusul aksi carok di Madura yang menewaskan salah seorang saksi pemilihan bupati alias Pilbup Sampang. Apa yang sebenarnya terjadi?
Video detik-detik aksi carok oleh sekelompok pria di Desa Ketapang Laok, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, beredar dan jadi viral di media sosial.
Dalam video itu, tampak seorang pria bersarung dengan baju panjang berwana biru tua dikepung oleh sekelompok pria yang membawa senjata tajam jenis celurit.
Korban yang diketahui bernama Jimmy Sugito Putra itu dikeroyok hingga terjatuh ke tanah. Tanpa ampun, sekelompok pria bercelurit menghajarnya.
Meski tampak sejumlah orang yang mencoba melerai dan korban berusaha melarikan diri, namun sekelompok pria tersebut tetap terus mengejar dan menghajar.
Kronologi Aksi Carok
Geger aksi carok di Sampang, Madura itu berawal saat kunjungan pasangan calon (paslon) bupati-wakil bupati Sampang nomor Slamet Junaidi-Ahmad Mahfudz (Jimad Sakte), ke rumah salah satu tokoh desa di Ketapang pada Minggu (17/11).
Satu orang yang disebut-sebut sebagai saksi paslon Jimad Sakte dinyatakan tewas dalam insiden berdarah tersebut.
"Sebelum penyerangan terjadi, paslon kami sempat akan diadang oleh kelompok penyerang. Namun bisa diselamatkan terlebih dahulu dan berhasil keluar dari lokasi kejadian," ujar Ketua tim pemenangan paslon Jimad Sakteh, Surya Noviantoro, Senin (18/11/2024).
Korban alias Jimmy Sugito Putra sendiri diketahui merupakan saksi dari pasangan calon (paslon) Slamet Junaidi-Ahmad Mahfudz di Pilkada 2024.
Aksi carok yang menewaskan Jimmy diduga dilatarbelakangi motif politik.
Cabup Slamet Junaidi mengatakan, peristiwa tragis itu terjadi saat dirinya dan rombongan berkunjung ke kediaman salah satu kyai.
"Saya sowan ke salah satu kyai. Pas mau keluar ada hadangan dari kubu sebelah pakai mobil. Rencananya kita mau ditabrak oleh mereka. Mereka bawa celurit," tutur cabup yang diusung Partai Nasdem itu.
Menghindari massa yang mengadang, Slamet rombongan kemudian diarahkan untuk lewat di jalur lain.
Namun, jalur lain itu juga telah ditutup menggunakan gorong-gorong.
Gorong-gotong itu lantas dipinggirkan, hingga rombongan cabup bisa melintas keluar dari desa.
Namun naas, saat itu Slamet justru mendengar informasi adanya peristiwa pembacokan di halaman rumah sang kyai.
"Sebelum keluar sampai jalan raya, saya mendengar ada pembacokan di halaman rumah kyai," ucap Slamet.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto mengatakan, polda melakukan back up penyelidikan kasus pembacokan, yang kini ditangani Polres Sampang itu.
"Perintah kapolda, dan beliau turun langsung," ttuur Dirmanto.
Tim gabungan juga telah diterjunkan ke lokasi untuk penyelidikan kasus itu. Termasuk memburu para terduga pelaku pembacokan saksi paslon Pilbup Sampang itu. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria