Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

BRI Menanam-Grow & Green: Transformasi Hutan Bekas Tambang Menjadi Harapan Baru

Laila Zakiya • Selasa, 19 November 2024 | 22:05 WIB
BRI Menanam-Grow & Green bantu pulihkan hutan bekas tambang di Bogor.
BRI Menanam-Grow & Green bantu pulihkan hutan bekas tambang di Bogor.

RADARSOLO.COM – Perubahan besar tengah terjadi di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Berkat kolaborasi dengan program BRI Menanam-Grow & Green, kelompok masyarakat yang dulunya bergantung pada aktivitas tambang kini beralih menjadi penjaga hutan, menghidupkan kembali lahan bekas tambang yang rusak.

Rasman, salah satu anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) Pabangbon, menjadi saksi hidup atas kerusakan yang ditimbulkan oleh aktivitas tambang.

“Kami dulu bagian dari penambangan di hutan. Sekarang kami sadar bahwa hutan di wilayah kami semakin rusak sehingga perlu kembalikan lagi fungsinya,” kata Rasman.

Dengan kesadaran itu, Rasman bersama 167 anggota KTH lainnya memulai perjuangan untuk memulihkan 150 hektar lahan yang rusak, melalui program perhutanan sosial yang didukung oleh pemerintah.

Meski semangat untuk memulihkan hutan membara, kelompok tani ini menghadapi keterbatasan dalam hal pengetahuan dan sumber daya.

Kehadiran BRI Peduli melalui program BRI Menanam-Grow & Green, bekerja sama dengan Yayasan Bakau Manfaat Universal (BakauMU), menjadi titik balik.

“Kami memang memfokuskan terhadap pemulihan lahan kritis. Harapannya bisa membantu memulihkan fungsi hutan, mengurangi emisi karbon, dan mengatasi perubahan iklim, sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat,” jelas Ketua Yayasan BakauMU, Muhammad Nasir.

Kegiatan yang dilakukan tidak hanya berupa penanaman pohon, tetapi juga edukasi dan pendampingan intensif.

Lokasi di Desa Malasari menjadi salah satu dari 14 lokasi pemulihan lahan kritis yang telah dijalankan sejak 2023 melalui program ini.

Wakil Direktur Utama BRI, Catur Budi Harto, menjelaskan bahwa program BRI Menanam-Grow & Green merupakan bagian dari komitmen BRI terhadap keberlanjutan berbasis Environment, Social, and Governance (ESG).

Program ini memiliki empat fokus utama:

Baca Juga: Teguh-Gage Ucapkan Selamat Milad ke-112 Muhammadiyah di Sela Sesi Debat Pilkada 2024, Dukung Peran Besar dalam Kemajuan Bangsa

BRI Menanam-Grow & Green bantu pulihkan hutan bekas tambang di Bogor.
BRI Menanam-Grow & Green bantu pulihkan hutan bekas tambang di Bogor.

1. Grow & Green Mangrove: Penanaman mangrove dan cemara laut untuk restorasi pesisir.
2. Grow & Green Reforestation: Penanaman pohon di lahan kritis, termasuk pohon buah produktif untuk memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat.
3. Grow & Green Coral Reef: Transplantasi terumbu karang untuk melestarikan biodiversitas laut.
4. Grow & Green Biodiversity: Penanaman pohon endemik dan konservasi satwa yang dilindungi.

“Hal ini adalah bentuk komitmen BRI dalam mendukung pembangunan dan pertumbuhan kinerja berkelanjutan. Program ini bertujuan untuk melestarikan lingkungan, menyerap karbon, memberdayakan masyarakat, dan meningkatkan perekonomian,” ujar Catur.

Lebih dari setahun sejak dimulai, perjuangan KTH Pabangbon mulai membuahkan hasil.

Lahan yang dulunya kritis kini perlahan kembali hijau, dan aktivitas ekonomi baru mulai berkembang.

Rasman dan rekan-rekannya tidak hanya memulihkan lingkungan, tetapi juga menunjukkan bagaimana perubahan pola pikir dapat membawa dampak besar bagi masyarakat dan alam.

Dengan dukungan dari BRI Menanam-Grow & Green, Desa Malasari menjadi contoh nyata bahwa keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan beriringan, memberikan harapan baru bagi generasi mendatang. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#BRI Menanam Grow and Green #BBRI #bank bri