RADARSOLO.COM - Sejumlah video yang memperlihatkan pengendara sepeda motor mengenakan jas hujan hingga membawa tongkat atau ranting untuk menghalau ulat jati di Gunungkidul, viral di media sosial.
Dalam video viral yang beredar, tampak pengendara motor yang berboncengan mengenakan jas hujan padahal tidak hujan.
Di tangan mereka juga membawa ranting panjang untuk menghalau ulat jati yang bergelantungan di sekitar jalan.
Sementara pohon-pohon jati di kanan kiri jalan tampak sudah gundul. Daunnya habis dimakan ulat.
"Pov: Urip ning gunungkidul sakiki," tulis keterangan unggahan tersebut.
Video lain memperlihatkan seorang perempuan pengendara motor yang juga membawa ranting dan sibuk menghalau ulat jati yang bergelantungan di depannya.
"orang gunungkidul pasti lagi ngalamin kaya gini," tulis keterangan unggahan di akun Instagram @gunungkidul.ig.
Selain itu, masih banyak postingan video maupun foto yang menunjukkan serangan ulat jati, yang mengerubungi kendaraan dan lainnya.
Ya, saat ini Gunungkidul, DIY dan sejumlah daerah lain tengah diserang ulat jati.
Ulat berwana hitam kecil itu menggerogoti daun jati.
Jumlahnya yang sangat banyak, memang cukup menganggu dan bikin bergidik.
Kemunculan ulat jati yang jadi viral itu pun mendapat komentar beragam dari netizen.
Mereka mengatakan, serangan ulat jati itu memang biasanya muncul saat memasuki musim penghujan.
Namun demikian, mereka berharap pemerintah daerah setempat bisa bisa melakukan upaya pembasmian agar tidak menganggu dan membahayakan pengguna jalan.
"Memang ini sudah menjadi musimnya... tapi tolong ada yg berwajib pemerintah daerah tuk basmi ulat diarea jalan yg sering dilewati...kasihan kalau banyak ular yg nempel dibadan pengguna jalan," tulis akun Instagram @aris.hermansyah***.
"Jadi klo ke gunung kidul sekarang harus jadi ninja ya?" komen n_ha***.
"mendadak dadi ninja kabeh wong gunungkudul min," kata arrifr***.
Sementara itu, Ahli entomologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Hari Purwanto menerangkan, kemunculan ulat jati saat ini sebenarnya tidak hanya terjadi di Gunungkidul.
Melainkan juga daerah-daerah lain yang banyak pohon jati.
Dikataka dia, ulat itu hidup di daun-daun pohon, yang jadi sumber makanannya.
Pohon jati sendiri mempunyai kemampuan meranggas atau menggugurkan daunnya pada musim kemarau untuk mengurangi penguapan air.
Kemudian, dauh-daun pohon jati akan tumbuh atau muncul kembali ketika memasuki musim hujan.
Nah, saat daun jati tumbuh itulah, dibarengi dengan kemunculan ulat jati.
"Jadi tak hanya di Gunungkidul, daerah yang banyak pohon jatinya, akan mudah ditemukan ulat jati," tandas Hari. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria