RADARSOLO.COM – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta menggelar puncak perayaan Milad ke-112 Muhammadiyah dengan malam resepsi di Graha Wisata Niaga, Selasa malam (19/11). Acara ini diisi dengan sejumlah pemberian penghargaan kepada warga Muhammadiyah yang berkhidmat di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dakwah, dan ekonomi.
Milad mengusung tema: Menghadirkan Kemakmuran untuk Semua”. PDM Kota Surakarta juga menggelar talkshow bertema "Muhammadiyah dan Salafi", dengan narasumber akademisi sekaligus penulis buku M. Utama Alfaruqi.
Ketua panitia milad ke-112 Suyanto menjelaskan, perayaan ini merupakan wujud syukur kepada Allah atas perjalanan panjang Muhammadiyah.
Serangkaian kegiatan perayaan milad ke-112 digelar. Di antaranya lomba-lomba tingkat SD, SMP, dan SMA, seperti lomba Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (Ismuba), lomba seni budaya dan olahraga seperti panahan, tenis meja, tenis lapangan, bulu tangkis, paduan suara, hingga lomba video kreatif.
"Acara lainnya termasuk Gowes Akbar yang diikuti sekitar 600 peserta pada Minggu (17/11) serta Expo Muhammadiyah yang berlangsung dari Minggu hingga Selasa (17-19/11)," jelasnya.
Expo ini menampilkan pendidikan dan UMKM, diikuti oleh sekolah Muhammadiyah di Solo dari jenjang TK hingga perguruan tinggi, serta unit usaha Muhammadiyah dan Aisyiyah.
Mewakili ketua PDM Kota Surakarta, Rektor UMS Sofyan Anif turut mengucapkan selamat milad ke-112 bagi Muhammadiyah. Dalam sambutannya, dia menegaskan bahwa usia panjang ini menjadi bukti eksistensi Muhammadiyah yang terus berkembang.
“Muhammadiyah di usia yang semakin panjang, alhamdulillah tidak semakin loyo, tidak semakin pikun. Muhammadiyah malah menunjukkan eksistensinya semakin berkembang. Tidak hanya di negara kita, namun juga di dunia. Setidaknya sudah ada 30 negara yang memiliki Pimpinan Cabang Muhammadiyah,” ujar Sofyan.
Menurut Sofyan, keberhasilan Muhammadiyah tidak lepas dari tiga hal yang dikutip dari penelitian Robert Hefner, guru besar Antropologi dari Boston University.
Pertama, Muhammadiyah tumbuh dari bawah. Kedua, semua amal usaha Muhammadiyah berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ketiga, Muhammadiyah menjunjung tinggi nilai-nilai sebagaimana pesan pendirinya KH Ahmad Dahlan.
“Semua dikerjakan dalam rangka untuk menjunjung tinggi harkat martabat. Lahirnya Muhammadiyah adalah senantiasa menebarkan kebaikan. Itulah yang menjadikan Muhammadiyah semakin terbuka, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga ke seluruh dunia. Maka semakin panjang usia, semakin berkat, semakin bisa menjadi sinar yang menerangi seluruh alam semesta, banyak berbuat kepada bangsa dan agama,” tandasnya. (zia/nik)
Peraih Penghargaan Penganugerahan Muhammadiyah Surakarta 2024
- Nurhayati, S. (Penggerak Kesehatan Berkemajuan)
- Muslimah Zainal Arifin Adnan (Penggerak Pendidikan Berkemajuan)
- Gunawan Setiawan, S.E (Penggerak Ekonomi Berkemajuan)
- Teguh Wahyudi, S.Sos (Penggerak Sosial-Kemanusiaan)
- Sri Jumtari, B.A (Penggerak Filantropi Berkemajuan)
- Nurroini, S.Pd.I, M.Pd.I (Dakwah Pencerahan)
- Jody Julian Putra Caesar (Anak Muda Berkemajuan)
- Sumardi (Penggerak Cabang Muhammadiyah Berkemajuan)
- Dr. Hery Service, M.Pd (Penggerak Ranting Muhammadiyah Berkemjauan)
- H. Muqorrobin (Penggerak Masjid Muhammadiyah Berkemajuan)
- (alm) Drs. H. Waluyo Raharjo, S.E (lifetime achievement)
- Rodhiyah, A.Md (lifetime achievement).
Editor : Niko auglandy