Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Rahasia Sukses Shira Media di Era Digital ala Cahyo Satria

Tri wahyu Cahyono • Kamis, 21 November 2024 | 23:52 WIB
Shira Media juga menciptakan inovasi dengan Shira Coffee, kafe berkonsep perpustakaan vintage.
Shira Media juga menciptakan inovasi dengan Shira Coffee, kafe berkonsep perpustakaan vintage.

RADARSOLO.COM-Cahyo Satria, pendiri Shira Media, telah menjadi inspirasi bagi banyak pelaku bisnis penerbitan di Indonesia.

Berawal sebagai penerbit kecil di Yogyakarta pada 2008, Shira Media kini menjadi salah satu pemain utama dalam industri literasi tanah air.

Dalam wawancara eksklusif, Cahyo membagikan resep suksesnya membangun bisnis buku di tengah derasnya tantangan era digital.

“Dunia terus berubah, begitu pula cara kita membaca. Namun, kebutuhan manusia akan cerita tetap menjadi esensi literasi,” ujar Cahyo.

Ia menjelaskan, Shira Media bertahan berkat fokus pada kualitas konten dan kemampuan beradaptasi terhadap teknologi.

“Mulai dari buku cetak, kini kami juga menghadirkan buku digital yang dapat diakses di perangkat elektronik. Ini cara kami menjembatani pembaca tradisional dan modern tanpa kehilangan esensi membaca,” tambahnya.

Tidak hanya berfokus pada penerbitan, Shira Media juga menciptakan inovasi dengan Shira Coffee, kafe berkonsep perpustakaan vintage.

Tempat ini dirancang sebagai ruang bagi komunitas literasi untuk menikmati kopi sambil membaca koleksi buku terbitan Shira Media.

“Kami ingin menciptakan ruang di mana literasi dan komunitas saling bertemu. Shira Coffee adalah wujud nyata dari visi tersebut,” jelas Cahyo.

Menurut Cahyo, memahami kebutuhan pembaca adalah kunci bertahan di pasar yang semakin kompetitif.

Shira Media tidak hanya menerbitkan karya lokal, tetapi juga menerjemahkan buku internasional seperti Babel karya R.F. Kuang dan Conversations with Friends oleh Sally Rooney.

“Pembaca Indonesia semakin beragam. Tugas kami adalah menyediakan bacaan yang relevan. Dengan memahami pasar, kami bisa terus eksis meski pasar berubah,” tuturnya.

Baca Juga: 16 Perpustakaan di Kota Solo Dapat Ribuan Hibah Buku dari Perpusnas RI

Shira Media dikenal sebagai rumah bagi penulis lokal, seperti Seno Gumira Ajidarma dan Dea Anugrah.

Cahyo menekankan pentingnya mendukung penulis lokal untuk menghadirkan suara-suara baru di dunia literasi.

“Penulis lokal punya cerita yang unik. Kami ingin memastikan karya mereka bisa menjangkau pembaca sebanyak mungkin,” ujarnya.

Hingga kini, Shira Media telah menerbitkan lebih dari 1.000 judul buku.

Cahyo percaya bahwa kolaborasi antar pelaku industri dapat meningkatkan minat baca masyarakat.

“Bisnis ini bukan hanya soal keuntungan, tetapi soal dampak. Buku memiliki kekuatan untuk mengubah cara pandang kita, dan Shira Media ingin menjadi bagian dari perubahan itu,” pungkas Cahyo.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat mengunjungi kantor Shira Media di Yogyakarta atau mengakses koleksi mereka secara online.

Dengan karya cetak dan digital, Shira Media membuktikan bahwa literasi tetap relevan di era modern. (*)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#Shira Media #bisnis penerbitan #pembaca #buku #CAHYO SATRIA