RADARSOLO.COM - Video berjudul Srikandi Viral 7 Menit jadi perbincangan panas di media sosial (medsos). Benarkah dan bagaimana video Srikandi itu bisa jadi viral?
Video viral Srikandi 7 Menit tersebut memperlihatkan seorang perempuan mengenakan kerudung dan pakaian hitam menyerupai seragam silat.
Penelusuran menunjukkan bahwa video tersebut banyak diunggah ulang oleh beberapa akun di X.
Di bagian atas video terdapat teks bertuliskan "Srikandi Viral, Tangerang, Banten", yang membuat banyak warganet penasaran dengan latar belakang dan konteks video tersebut.
Ada yang menyebut jika video viral itu mengandung konten tak senonoh.
Salah satu akun yang ikut membahas video viral itu adalah @msaif_21.
"Salen disik to mbak srikandi, 7 menitmu jan marai candu. (Ganti baju dulu Kak Srikandi, 7 menitmu membuatku candu)," tulis akun tersebut.
Unggahan itu langsung menarik perhatian netizen. Tak sedikit yang memberi komentar dan mengaku mengetahui video tersebut.
Perbincangan terkait video viral itu pun menciptakan berbagai opini dan spekulasi di kalangan warganet.
Beberapa di antaranya bahkan mencari link video melalui platform lain seperti Telegram.
"Seng bener seng endi seh cah link e iku kesel aku e golek ga nemu-nemu (Yang bener yang mana cah, linknya itu, capek aku nyari gak ketemu-ketemu)," tulis akun @raa_7***.
Hingga saat ini belum ada informasi pasti mengenai identitas perempuan dalam video viral maupun lokasi pengambilan gambar.
Meski demikian, ada netizen yang mencoba menyebutkan nama pelaku.
Ada juga yang menyebut jika sosok pesilat perempuan itu adalah seleb TikTok yang cukup populer.
Namun, hingga kini belum ada konfirmasi pasti mengenai sosok perempuan muda berbaju silat itu.
"Inisial Geby Srikandi po mas? Aku ono iki, cek dewe wes nek balasan (Inisial Geby Srikandi mas? Aku ada ini, cek sendiri sudah ada di balasan)," tulis akun @celyy***.
Di sisi lain, banyak juga netizen yang merasa emosi.
Karena banyak akun yang menyertakan link, tapi ketika diakses tidak menemukan video tersebut.
“DIAPUSI LINK E ORA ONOK SENG ISO DI BUKA,” komen @bos***
“Janee link e sng ndi see c*kk,” kata @sin***
Penting untuk diingat bahwa mengunggah atau menyebarluaskan konten viral yang sensitif, terutama yang berhubungan dengan isu agama, politik, atau seksualitas, dapat menimbulkan dampak negatif.
Masyarakat diminta untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial agar tidak memperkeruh suasana atau menyebarkan informasi yang tidak jelas asal usulnya. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria