RADARSOLO.COM-Memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali menggelar program TJSL unggulan.
Yakni BRI Menanam – Grow & Green, di Desa Kutuh, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Senin (25/11/2024).
Melibatkan kelompok tani dan masyarakat setempat, kegiatan ini berhasil mendistribusikan 5.000 bibit pohon produktif, terdiri dari 1.500 bibit alpukat dan 3.500 bibit matoa.
Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto menegaskan, program ini merupakan langkah nyata BRI untuk menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus mendukung perekonomian masyarakat setempat.
“Melalui program ini, kami membantu menjaga alam dan lingkungan serta memberikan peluang ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat setempat. Ini adalah komitmen BRI terhadap pembangunan berbasis Environment, Social, and Governance (ESG),” ujar Catur.
Dalam pelaksanaannya, BRI menggandeng Yayasan Ladang Sinergi Lestari untuk melakukan pendampingan, monitoring, dan evaluasi program.
Ketua Kelompok Tani Munduk Buluh I Wayan Swastika menyampaikan, kegiatan ini membantu para petani lokal yang sebelumnya kesulitan memanfaatkan kawasan hutan secara legal.
“Dulu, kami hanya bisa mencari rumput untuk pakan ternak di hutan. Sekarang, kami bisa menggarap lahan ini secara produktif," kata Wayan.
"Program ini tidak hanya membantu penghijauan tetapi juga meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok kami,” lanjutnya.
Program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengurangi lahan kritis, mencegah bencana alam, dan mengatasi perubahan iklim.
Sejak diluncurkan pada 2023, program BRI Menanam – Grow & Green telah menanam lebih dari 60.300 pohon dan melibatkan 1.080 kepala keluarga di 23 kelompok tani dan nelayan di berbagai wilayah Indonesia.
Baca Juga: BRI Tunjukkan Komitmen GCG dengan Penghargaan Tertinggi CGPI 2024
Program ini berpotensi menyerap karbon sebesar 17,96 ribu ton CO2e per tahun serta menciptakan lapangan kerja baru.
Selain itu, sebanyak 2.430 fragmen karang telah ditransplantasi untuk memulihkan ekosistem laut, memperluas dampak positif program pada kelestarian lingkungan.
“Dengan semangat gotong royong, kami terus berupaya melestarikan bumi untuk generasi mendatang melalui program-program berkelanjutan seperti ini,” pungkas Catur. (*)
Editor : Tri Wahyu Cahyono