RADARSOLO.COM - Polisi melibatkan psikolog dalam melakukan pemeriksaan terhadap MAS, 14, remaja yang bunuh ayah dan neneknya di Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan.
Sebelumnya, MAS terus menangis dan menyesali perbuatannya, yang telah melakukan penusukan hingga membuat ayah dan neneknya meninggal. Serta melukai ibunya.
Kini, secara perlahan remaja 14 tahun tersebut sudah mulai terbuka dengan polisi dan menjelaskan tragedi berdarah yang dilakukannya pada Sabtu (30/11) dini hari itu.
Namun demikian, MAS belum mampu menjelaskan dan mengingat detail kronologi kejadian.
"(MAS) Sudah (mulai terbuka). Tapi yang bersangkutan masih lupa-lupa ingat," ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Ade Rahmat Idnal, Senin (2/12).
Dikatakan Ade, kondisi psikologis MAS saat ini masih tertekan. Sehingga dia belum bisa banyak ditanya terkait kejadian berdarah pada Sabtu dini hari itu.
Di sisi lain, polisi pun terus melakukan pendalaman kasus guna mengetahui motif pelaku.
Salah satunya dengan memeriksa handphone (HP) milik MAS.
Namun, sementara ini polisi belum menemukan hal-hal yang mencurigakan dari HP remaja itu.
"Sejauh ini masih belum ditemukan hal-hal yang menyimpang," ucap Ade.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, MAS pun bukan termasuk anak yang gemar bermain game online.
Pelaku justru merupakan anak yang baik dan penurut terhadap orang tua.
"Yang bersangkutan santun dan penurut sama orang tua. Jarang bermain game online. Sukanya malah melukis," papar Ade.
Lebih lanjut, dikatakan dia, pihaknya akan terus mendalami motif remaja 14 tahun itu melakukan pembunuhan terhadap ayah dan neneknya.
Polisi juga menggandeng asosiasi psikologi forensik (Apsifor) guna mengetahui kondisi kejiwaan MAS.
"Nantinya hasil assesment psikolog anak yang akan membuka motif, dan menjelaskan alasan yang bersangkutan bisa nekat melakukan hal tersebut," tandas Ade. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria