Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Geger! Kronologi Pembunuhan 1 Keluarga Guru di Kediri oleh Adik Kandung, Niat Bawa Palu karena Masalah Ini

Syahaamah Fikria • Sabtu, 7 Desember 2024 | 03:30 WIB
Kerabat dan sahabat berdatangan ke gereja tempat jenazah Agus beserta istri dan anaknya disemayamkan sebelum dimakamkan di tempa pemakaman umum Desa Pandantoyo, Ngancar, Kediri.
Kerabat dan sahabat berdatangan ke gereja tempat jenazah Agus beserta istri dan anaknya disemayamkan sebelum dimakamkan di tempa pemakaman umum Desa Pandantoyo, Ngancar, Kediri.

RADARSOLO.COM - Pembunuhan dengan korban satu keluarga guru gegerkan warga Ngancar, Kediri. Tak disangka, pelaku pembunuhan itu adalah adik korban sendiri, dipicu oleh masalah sepele. Bagaimana kronologinya?

Pasangan suami istri guru, yakni Agus Komarudin, 38, dan Kristina, 34, ditemukan bersimbah darah bersama dua anak mereka, CAW, 9, dan SPY, 8, di dalam rumah mereka di Ngancar, Kediri pada Kamis (5/12).

Saat ditemukan, Agus dan istri serta satu anak mereka CAW telah meninggal dunia. Sementara SPY dalam keadaan kritis.

SPY telah menjalai operasi karena mengalami pembekuan darah di tempurung kepala.

Lantas, bagaimana kasus pembunuhan satu keluarga guru itu bisa terjadi? Berikut kronologinya:

1. Sempat Izin Tak Masuk Mengajar

Agus diketahui merupakan guru SD di Desa Babadan, Kediri. Sedangkan istrinya guru di salah satu SD di Kabupaten Tulungagung.

Berdasarkan keterangan Supriono, rekan Agus sesama guru, yang disampaikan kepada tetangga korban, Karsiman, Agus sebelumnya sempat izin tidak mengajar selama sehari. Atau pada Rabu (4/12).

Namun hingga Kamis (6/12), Agus tetap tidak masuk ke sekolah.

Karena itu, Supriono datang ke rumah Agus untuk menengok keadaan rekannya tersebut.

Sampai di rumah Agus, Supriono berupaya mengetuk pintu, namun tidak mendapat jawaban.

Dia lantas mengintip melalui jendela. Saat itu, Supriono melihat tangan dijepit pintu dan banyak darah. Hingga akhirnya dia memanggil tetangga.

Saat ditemukan, Agus dan Kristina yang telah tewas berada di dapur, sementara CAW tergeletak di ruang tengah.

Adapun SPY, ditemukan di kamar dalam kondisi kritis.

2. Pelaku Adik Korban

Kurang dari 24 jam pasca kejadian, polisi berhasil menangkap pelaku pembunuhan satu keluarga guru tersebut.

Adapun pelakunya adalah adik kandung korban Kristina bernama Yusak Cahyo Utomo, 35.

Yusak ditangkap di Lamongan pada Kamis (5/12) malam.

Kapolres Kediri AKBP Bimo Ariyanto mengatakan, pihaknya memang menduga pelaku adalah orang dekat korban.

Sebab, saat penyelidikan polisi tidak menemukan adanya perusakan pintu atau indikasi bahwa pelaku masuk secara paksa ke rumah korban.

3. Motif Tak Dipinjami Uang

Motif Yusak Cahyo Utomo tega membunuh kakak kandung sendiri beserta suami dan anak mereka adalah masalah uang.

Berdasarkan pengakuan kepada polisi, Yusak mengaku merasa jengkel dan dendam atas perkataan dan sikap Kristina saat hendak dipinjami uang.

Apalagi pelaku tidak dipinjami uang oleh korban.

Bimo menjelaskan, sebelum kejadian kakak adik itu terlibat adu mulut pada Minggu (1/12).

Saat itu, Kristina menolak meminjami uang Yusak.

4. Dipukul Pakai Palu

Penolakab Kristina ternyata membuat Yusak dendam.

Pada Rabu (4/12) dini hari, Yusak yang tinggal di Lamongan, mendatangi rumah kakaknya itu dengan membawa palu yang disimpan dalam tas.

Sampai di rumah Kristina, dia menunggu waktu yang tepat.

Sekira pukul 03.00, Yusak bertemu dengan Kristina di rumah dan kembali terlibat cekcok.

"Pelaku lalu melakukan tindakan pemukulan menggunakan palu," ujar Bimo.

Mendapat pukulan, Kristina berteriak hingga sang suami, Agus menghampirinya.

Agus yang hendak menolong pun ikut dipukul Yusak menggunakan palu.

"Yang pertama dipukuli adalah korban perempuan, kakaknya sendiri. Kakak kandung pelaku," kata Bimo.

Yusak yang terlanjur gelap mata akhirnya juga memukul dua anak Kristina dan Agus, CAW dan SPY.

5. Anak Bungsu Selamat

Anak bungsu korban, SPY, 8, saat ditemukan dalam kondisi kritis.

Korban mendapat perawatan intensif di RS Bhayangkara Kediri dan telah dilakukan operasi di bagian kepala untuk pengambilan darah beku.

"Anak korban yang selamat semalam sudah dioperasi karena pembekuan darah di tempurung kepala. Saat ini sudah stabil dan mendapatkan pengawasan intensif," papar Bimo.

Lebih lanjut, dikatakan Bimo, saat ini anak SPY masih trauma. Sehingga polisi belum bisa meminta informasi mengenai detail kejadian.

6. Ancaman Hukuman

Yusak saat ini masih ditahan di Mapolres Kediri.

Dia terancam dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati. (ria)

 

 

 

Editor : Syahaamah Fikria
#kediri #cekcok #pembunuhan #pembunuhan satu keluarga #palu