Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Dosen Program Studi DIII Teknologi Laboratorium Medis Lakukan Pengabdian Masyarakat dengan Gelar Check Up Kesehatan Para Petani di Desa Tlinsing

Laila Zakiya • Rabu, 11 Desember 2024 | 16:21 WIB
Tim dari Program Studi DIII Teknologi Laboratorium Medis mengadakan pemeriksaan kesehatan umum di Desa Tlingsing pada hari Jumat, 29 November 2024.
Tim dari Program Studi DIII Teknologi Laboratorium Medis mengadakan pemeriksaan kesehatan umum di Desa Tlingsing pada hari Jumat, 29 November 2024.

RADARSOLO.COM - Pertanian merupakan sektor utama yang menyediakan bahan pokok bagi masyarakat, dengan salah satu hasil utamanya adalah padi yang kemudian diolah menjadi beras.

Sebagai bahan makanan pokok, beras sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Oleh karena itu, para petani berupaya untuk meningkatkan produksi padi dengan menjaga agar tanaman padi tumbuh subur dan sehat, serta menghasilkan padi yang melimpah.

Namun, dalam proses bertani, petani menghadapi berbagai tantangan, salah satunya adalah serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).

Selain tikus dan burung, wereng merupakan salah satu musuh utama tanaman padi yang bisa merusak hasil pertanian.

Untuk mengatasi masalah ini, petani sering menggunakan pestisida, yaitu bahan kimia yang berfungsi untuk mengendalikan atau menghilangkan OPT, baik itu hama, penyakit, maupun gulma yang mengganggu tanaman padi.

Pestisida memang sangat membantu dalam meningkatkan hasil pertanian dengan cepat.

Penggunaan pestisida yang mudah didapatkan dan memberikan hasil yang instan menjadikannya pilihan utama bagi banyak petani.

Namun, setiap pestisida berpotensi mengandung racun yang berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan manusia.

Penggunaan pestisida dalam dosis besar dan secara terus-menerus dapat menyebabkan berbagai kerugian, seperti residu pestisida yang terakumulasi pada produk pertanian, pencemaran lingkungan, serta keracunan pada hewan dan manusia.

Salah satu dampak negatif penggunaan pestisida secara berlebihan adalah keracunan pestisida pada petani.

Baca Juga: 1 Ton Pupuk Bersubsidi di Karanganyar Belum Tersalurkan, Pemilik Kios Dapat Peringatan

Petani sering kali terpapar pestisida tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD) yang memadai dan tidak mengikuti prosedur penggunaan yang benar.

Gejala keracunan pestisida, seperti pusing, sering kali dialami oleh petani setelah melakukan penyemprotan pestisida.

Ini menandakan adanya dampak buruk yang bisa mengancam kesehatan mereka jika penggunaan pestisida tidak terkendali.

Untuk mengetahui kondisi kesehatan warga, terutama petani yang berisiko terpapar pestisida, tim dari Program Studi DIII Teknologi Laboratorium Medis mengadakan pemeriksaan kesehatan umum di Desa Tlingsing pada hari Jumat, 29 November 2024.

Tim yang terdiri dari Ibu Tri Harningsih, M.Si, Ibu Purwati, S.Pd.Kim., M.Pd, serta mahasiswa Ferdiawan Diki Cahyo, Khoirunisa Saputri, Noviana Zahrotul, dan Putri Citra Rahmawati, melakukan pemeriksaan tekanan darah, tinggi badan, berat badan, kekuatan tangan, dan pengambilan sampel darah.

Sebagai bagian dari upaya pencegahan, sampel darah yang diambil akan diuji untuk mengetahui kadar hemoglobin (Hb) dan kandungan logam berat dalam tubuh.

Selain itu, tim juga membagikan teh yang terbuat dari bahan alami, yaitu campuran daun kersen dan daun sirsak, yang telah diteliti oleh Ibu Tri Harningsih, M.Si.

Teh ini dikenal memiliki manfaat untuk membantu melindungi tubuh dari dampak negatif penggunaan pestisida, salah satunya dalam mengurangi potensi keracunan. (adv/lz)

Editor : Laila Zakiya
#DIII Teknologi Laboratorium Medis