RADARSOLO.COM - Viral video seorang anak berkebutuhan khusus (ABK) di Katapang, Kabupaten Bandung mengalami perundungan hingga disuruh makan daging musang. Saat ini, keluarga anak difabel itu telah melaporkan kejadian tersebut ke polisi.
Dalam video yang beredar di medsos, terlihat seorang anak laki-laki tengah menyantap masakan daging.
Sang anak ABK itu juga memegang kepala hewan yang dimakannya, yang berbentuk seperti kepala musang.
Terdengar pula suara orang-orang yang sedang tertawa dengan nada mengolok-ngolok atau membully anak tersebut.
Video viral itu pun akhirnya sampai ke keluarga korban.
Kakak korban, Risma Evita membenarkan jika anak laki-laki dalam video tersebut merupakan adiknya.
Sang adik ternyata sudah berusia 22 tahun, dalam kondisi berkebutuhan khusus down syndrome (DS).
"Hancur sekali hati aku melihat adik sendiri diberi makanan seperti ini, di olok olok, ditertawakan disebut tidak makan 3 hari, lalu divideokan," tulis Risma Evita dalam postingannya di media sosial.
"Walaupun adikkua ini DS tapi kita rawat dengan baik, kita sekolahkan, kita ajarkan mengaji, kemasjid. Kenapa biadab sekali?" imbuh dia.
Risma mengatakan, awalnya mengetahui video viral perundungan terhadap adiknya itu setelah dihubungi ibunya pada Sabtu (14/12).
Di mana sang ibu juga diberitahu oleh tetangga mereka.
"Kejadian pastinya nggak tahu. Ibu saya tahu dari tetangga. Dari TikTok, terus viral, terus masuk berandanya. Lalu di-share dan dikirim ke ibu saya link videonya," kata Risma, Senin (16/12).
Atas video viral itu, sang ibu meminta Risma untuk mencari pelaku yang telah melakukan perundungan dan menyuruh sang adik makan daging musang.
"Kalau secara islam kan haram. Lalu ibu saya minta tolong ke saya untuk mencari pelakunya," ucap dia.
Lapor Polisi
Risma kemudian mencari informasi ke tetangga guna mengetahui pelaku yang pertama kali menyebarkan video tersebut.
Namun, para tetangga pun tidak mengetahuinya.
Hingga akhirnya kakak Risma bisa mengirim chat dengan akun yang pertama menyebarkan video adiknya itu di TikTok itu.
"Jeri-Jeri itu (namanya). Katanya dia juga dari grup WhatsApp. Berarti sudah di sebarluaskan," ucap dia.
Keluarga korban awalnya masih menunggu itikad baik dari pelaku yang melakukan perundungan dan menyebarkan video.
Namun karena tidak ada itikad baik, akhirnya keluarga korban alias anak ABK tersebut melaporkan kasus itu ke Polsek Ketapang.
"Saya hanya ingin membela keadilan untuk adik saya," tegas dia. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria