RADARSOLO.COM - Viral video barang dagangan berupa makanan milik siswi MTs Nurul Huda Kalibuntu, Losari, Brebes dibuang oleh seseorang yang diduga adalah ibu kantin sekolah, jadi sorotan publik.
Dalam video viral yang beredar, tampak dagangan milik sang siswi yang berupa makanan berceceran dan berserakan di tanah.
Terdengar pula suara perempuan dalam video yang menyebut jika dagangan makanan itu dihancurkan oleh ibu kantin
"Makanan yang sudah dibuat dari tadi malam dihancurin semua, dihancurin semuanya makanannya. Oleh siapa? Ibu kantin," kata perempuan dalam video tersebut.
Salah satu akun X @Heraloebss yang ikut membagikan video viral itu menyampaikan, siswi MTs Nurul Huda Kalibuntu yang membawa dagangan tersebut hanya bisa menangis lantaran ulah ibu kantin.
"Ia terpaksa jualan sambil sekolah karena ingin membantu orang tua, namun hal itu tidak membuat ibu kantin senang," tulis akun tersebut.
"Mengetahui ada murid yang berjualan di sekolah ibu kantin langsung marah dan membuang dagangan murid tersebut," lanjut dia.
Tindakan merugikan yang yang dilakukan ibu kantin itu disebut-sebut tidak sekali dua kali dilakukan.
Si ibu kantin tega membuang dan menghancurkan dagangan siswa lantaran merasa tersaingi.
Bahkan, disebut si ibu kantin juga sering memarahi siswa yang membeli jajanan dari luar sekolah.
"Kabarnya diduga bukan sekali dua kali, tapi sering. Setiap anak yang jajan di luar pasti dimarahi," tulis akun X @bacottetangga__.
Sementara itu, terkait kejadian dalam video viral tersebut, dikabarkan jika penjaga sekolah juga ikut turun tangan melerai serta memberi pengertian ibu kantin.
"Penjaga sekolah sempat melerai dan menjelaskan pada ibu kantin tersebut, tapi yang terjadi malah cekcok," tulis akun Instagram @updatebrebes.
"Padahal ibu murid tersebut sudah susah payah menabung untuk modal dagang," lanjut akun tersebut.
Sejauh ini, belum ada klarifikasi dari pihak-pihak terkait dalam video viral tersebut.
Namun, video viral itu telah memancing reaksi netizen, yang rata-rata merasa geram dengan ulah ibu kantin.
"Miris! Bukannya support anak yang punya inisiatif bantuin ortu, malah dimatiin semangatnya. Bu kantin bisa kok ngajak diskusi atau kasih solusi win-win, ga perlu buang2 dagangan anak. This is how you kill young entrepreneurship spirit! Management sekolah harus turun tangan," tulis akun X @em****.
"Oo gitu, maunya dia monopoli sendiri, cek apakah ibu kantin org dalam sekolah, atau terafiliasi dg org dalam sekolah. Biar di geruduk netizen. Preman2an ala ibu2 nih," komen @@mas_****. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria