Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Usai Viral Hancurkan Dagangan Siswi, Kini Anak Ibu Kantin Labrak Guru MTs Nurul Huda: Ada Apa Lagi?

Syahaamah Fikria • Sabtu, 21 Desember 2024 | 01:24 WIB
Tangkapan layar anak ibu kantin saat datangi dan marah-marah ke salah satu guru MTs Nurul Huda Brebes.
Tangkapan layar anak ibu kantin saat datangi dan marah-marah ke salah satu guru MTs Nurul Huda Brebes.

RADARSOLO.COM - Kasus viral dagangan siswi MTs Nurul Huda Kalibuntu, Losari, Brebes yang dihancurkan ibu kantin, berbuntut panjang. Pasca kejadian viral itu, anak ibu kantin diketahui melabrak salah satu guru MTs.

Aksi Fatimah, anak ibu kantin Sominah, yang mendatangi salah seorang guru sambil marah-marah terekam dalam video, yang kini viral di media sosial.

Dalam video viral yang dibagikan akun Instagram @seputar_brebes, tampak seorang perempuan mendatangi salah satu ruangan di sekolah.

Perempuan yang disebut-sebut sebagai anak ibu kantin Sominah itu lalu berbicara dengan nada tinggi kepada salah seorang guru laki-laki.

"Karena viral video bu kanti menghamburkan dagangan milik salah satu siswi, Bapak guru kena dampak intimidasi dari ibu kantin tersebut," tulis akun tersebut dalam caption, Jumat (20/12).

Tindakan Fatimah yang marah-marah tersebut membuat persoalan ibu kantin hancurkan dagangan siswi menjadi panjang.

Di mana sebelumnya, Kepala MTs Nurul Huda Kalikotes, Basuni mengatakan telah dilakukan mediasi usai kejadia viral tersebut.

Mediasi melibatkan pihak sekolah, Kapolsek Losari, Camat Losari, Kades Kalibuntu, perwakilan Kemenag Brebes dan Pemkab Brebes. Namun, ibu kantin Sominah justru tak ikut hadir dalam mediasi ini.

Dalam penjelasannya, Basuni mengatakan, peristiwa dagangan siswi dibuang oleh ibu kantin itu terjadi pada Selasa (17/12).

Saat itu, para siswa tengah menunggu kedatangan Kholipah, guru sekaligus koordinator kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil Alamin (P5RA).

Sebab, kegiatan jualan siswa tersebut merupakan bagian dari program P5RA. Hasil karya makanan siswa rencananya akan dipamerkan.

"Siswa berjualan jajanan kekinian, hasilnya dikumpulkan. Ini bagian pembelajaran siswa untuk berwirausaha," terang Basuni.

Namun, belum sempat dijual, tiba-tiba ibu kantin datang dan marah-marah. Hingga kemudian membuang dan menghancurkan dagangan siswi.

"Ibu kantin tiba-tiba marah-marah, melontarkan kata-kata kasar, bahkan menghina guru dan para siswa di depan umum," ujar Basuni.

Ibu kantin melakukan hal itu lantaran takut tersaingi dan dagangannya tidak laku.

Bahkan, tindakan tidak menyenangkan ibu kantin itu tidak sekali dua kali terjadi.

Ibu kantin kerap marah bahkan mengancam siswa yang membeli jajan di luar kantin.

"Hal-hal itu membuat siswa tidak nyaman. Siswa yang jajan di luar juga mendapat ancaman," terang Basuni.

Lebih lanjut, kepala MTs itu menuturkan, selama ini pihak sekolah juga selalu memberikan pengarahan kepada ibu kantin agar tak melakukan hal tak menyenangkan itu ke siswa.

"Kami harap kejadian seperti ini tidak terulang lagi, karena sangat berdampak pada psikologi siswa," tandas Basuni. (ria)

 

Editor : Syahaamah Fikria
#viral #dagangan #ibu kantin #brebes #mts #labrak