RADARSOLO.COM - Tak sedikit masyarakat dan pecinta seni yang kecewa dengan dibatalkannya pameran tunggal dari seniman Yos Suprapto yang seharusnya dibuka, sejak Kamis (19/12/2024) kemarin.
Pameran lukisan tunggal yang awalnya akan menampilkan 30 karya lukis tersebut tiba-tiba dibatalkan di detik-detik sebelum pembukaan, dimana para pengunjung saat itu sudah pada berdatangan.
Pengunjung yang sudah hadir tiba-tiba dikagetkan dengan pintu Galeri Nasional yang tiba-tiba ditutup dan lampu dimatikan. Hal ini menandai pameran tersebut dibatalkan.
Selang beberapa jam kemudian, Galeri Nasional akhirnya buka suara melalui unggahannya di Instagram.
Mereka menyatakan bahwa pameran tunggal Yos Suprapto yang bertema 'Kebangkitan: Tanah untuk Kedaulatan Pangan', ditunda dengan alasan teknis yang tidak dapat dihindari.
Netizen menilai, alasan yang disampaikan Galeri Nasional tersebut tidak jujur.
Alhasil, akun media sosialnya dibanjiri dengan cibiran dan hujatan dari netizen yang mengetahui alasan sebenarnya di balik pembatalan pameran tunggal Yos Suprapto.
Dimana karena ada 5 karya lukisan Yos Suprapto disebut-sebut mirip Jokowi ditolak Galeri Nasional melalui kuratornya.
"Sembunyi di balik kendala teknis, kocak. Padahal urang lah tau, ngaku sen lah eh," komentar salah satu netizen.
"Kendala teknis itu seperti masalah lampu pencahayaan ya atau penentuan jalur masuk keluar pengunjung. Mencoba berpikir ringan," timpal yang lainnya.
"Kendala teknis itu adalah pelarangan seniman berekspresi dan berkreasi? Shame on you Galnas! Welkambek Orba."
Banyak hujatan netizen diarahkan ke Galeri Nasional karena dinilai tidak lagi mencerminkan nasionalisme.
"Memalukan sih Galeri Nasional minta diturunkan 5 lukisan yang menggambarkan fakta soal Jokowi. Ini benar-benar keterlaluan!," komentar salah satu warganet.
"Menutupi ekspresi dengan sensor kata-kata halus seperti ini sangat khas Orba sekali, stop pameran disini, memang sudah pas jadi tempat selfie aja nih Galnas," timpal yang lainnya.
Sementara itu, buntut dari pemberedelan pameran lukisan tunggalnya di Galeri Nasional Indonesia (Galnas) Jakarta, seniman Yos Suprapto 'mengancam' Galeri Nasional Indonesia.
Yos Suprapto yang terlanjur kecewa bahkan menyatakan sudah tidak ingin bersinggungan dengan Galeri Nasional beserta Kementerian Kebudayaan.
"Saya tidak mau lagi berurusan dengan Galeri Nasional dan Kementerian Kebudayaan," ungkap Yos Suprapto, Jumat (20/12/2024).
Pihaknya juga mengancam akan mengambil langkah hukum buntut pembatalan tiba-tiba pamerannya.
Yos Suprapto mengatakan, langkah hukum itu akan diambil jika pihak Galeri Nasional Indonesia tidak memberi akses atas karya seni buatannya yang telah siap dipamerkan.
"Kalau seandainya masyarakat luas tidak bisa mengakses ke pameran saya, dan tetap terkunci seperti ini, bahkan saya seorang senimannya saja tidak bisa masuk, lebih baik saya akan menggunakan pendekatan hukum untuk mendapatkan kunci membuka pintu itu," kata Yos dalam konferensi pers di Gedung YLBHI, Jakarta, Sabtu (21/12/2024).
Yos berencana untuk menyatakan sikap tidak bersedia melanjutkan pameran setelah langkah hukum itu diambil.
"Saya akan membawa pulang karya-karya saya, menurunkan karya-karya saya dan saya bawa pulang, itu, ke Jogja," tutur dia.
Kendati demikian, Yos belum dapat memastikan kapan langkah hukum itu akan diambil. Ia hanya memastikan akan mengambil tindakan itu.
"Saya akan menggunakan pendekatan hukum, saya katakan tadi," tutur dia.
Lebih lanjut, Yos menegaskan langkah hukum tersebut akan diambil setelah berupaya untuk melakukan dialog dengan sejumlah pihak yang terlibat dalam polemik ini.
Ia mengaku akan meminta kejelasan terkait nasib karya-karya miliknya yang telah siap dipamerkan dan masih berada di Galeri Nasional Indonesia.
"Kalau ini tetap tidak bisa diakses oleh masyarakat luas, dan tetap dikunci dengan alasan apapun juga, dan karya-karya saya tetap di dalam censorship, lebih baik tidak perlu harus ada pameran," tutur dia.
Sebelumnya, pihak Galeri Nasional mengaku paham ada kekecewaan yang berpotensi muncul.
Lembaga budaya itu juga meminta maaf kepada semua pihak atas penundaan secara tiba-tiba. Walau, Galnas mengklaim ini diputuskan berdasarkan pertimbangan matang.
Mereka juga berjanji akan menjalin komunikasi dengan Yos Suprapto untuk menemukan solusi terbaik
Diketahui, Galeri Nasional telah menjalin kerja sama dengan Yos sejak tahun 2000. Tentu saja, peristiwa ini sangat disayangkan mengingat durasi kerja sama dan kepercayaan tersebut telah berlangsung lama.
Mantan Menko Polhukam RI, Mahfud MD juga memberikan tanggapannya terkait kasus tersebut melalui cuitan di akun X/Twitter pribadinya.
Mahfud menulis jika pembatalan pameran tersebut hanya karena lima lukisan yang mirip dengan Jokowi tidak sejalan dengan makna lukisan yang sejatinya merupakan bentuk dari ekspresi para seniman.
“Pameran lukisan Yos Suprapto (YS) batal dilaksanakan. Alasannya krn YS menolak permintaan kurator Galeri Nasional (GN) utk. mencopot 5 dari 30 lukisan karyanya yg sdh disiapkan sejak setahun. GN bilang menunda krn alasan teknis tapi praktisnya membatalkan. Lukisan adl ekspresi,” tulis @mohmahfudmd pada Jumat (20/12) siang. (dam)
Editor : Damianus Bram