RADARSOLO.COM - Geger warga Desa Tluwah, Kecamatan Juwana, Pati alami keracunan masal usai menyantap lontong opor ayam di acara tahlilan. Hingga kini, jumlah korban keracunan masih bertambah.
Acara tahlilan tujuh hari yang diikuti warga Desa Tluwah tersebut digelar pada Senin (23/12) lalu.
Usai menyantap hidangan lontong opor ayam di acara itu, warga pun mengalami gejala mual, muntah dan demam.
Bahkan, hingga hari keempat (26/12), jumlah korban keracunan makanan masih bertambah.
Ada 161 warga yang dilaporkan mengalami gejala keracunan. Bagaimana kronologinya?
Awal Mula Kejadian
Salah satu warga Desa Tluwah, Sukar, 54, bersama istrinya Yatmi, 50, mengaku mengalami mual dan demam setelah menyantap lontong opor saat acara tahlilan yang digelar tetangga pada Senin (23/12).
Sukar menjelaskan gejala mulai terasa keesokan harinya dengan keluhan diare hingga tujuh kali, pusing, dan demam.
"Kemarin saya makan lontong dengan sambal goreng, tahu, dan ayam. Keesokan harinya, pagi-pagi, sudah mulai terasa mual hingga muntah," ungkap Sukar, Rabu (25/12).
Tindakan Pemerintah dan Dinas Kesehatan
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati Aviani Tritanti Venusia menyampaikan, sampel makanan berupa lontong opor ayam dan sambal goreng telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan di Semarang untuk diperiksa lebih lanjut.
"Kami menduga makanan ini menjadi penyebab keracunan. Hasil pemeriksaan laboratorium akan keluar dalam 3-7 hari," jelas Aviani.
Jumlah Korban Keracunan
Hingga Kamis (26/12), dilaporkan jumlah korban keracunan makanan masih bertambah.
Dari sebelumnya korban berjumlah 138 orang, pada Rabu (25/12) malam terdata menjadi 159 orang.
Kemudian pada Kamis ini, dilaporkan kembali jika jumlah warga yang mengalami gejalan keracunan menjadi 161 orang.
"Sampai tadi ini tambah dua pasien. Yang satu rawat jalan yang satu rawat inap di Puskesmas Juwana," ujar Bidan Desa Tluwah, Muntamah, Kamis.
Data Korban Keracunan
Menurut data yang dihimpun, para korban dirawat di beberapa fasilitas kesehatan.
Antara lain di RS Budi Agung Juwana, Puskesmas Juwana, Puskesmas Jakenan, RS Mitra Bangsa, RS RAA Soewondo Pati dan RS Assuyutiyah.
Dokter Rizal, yang bertugas di RS Budi Agung Juwana, menyebut rata-rata pasien mengalami gejala pusing, mual, muntah, dan diare lebih dari lima kali.
"Saat ini pasien dirawat intensif karena masih mengalami gejala-gejala tersebut," ujar Rizal.
Buka Posko Kesehatan
Pemerintah Desa Tluwah bersama Puskesmas setempat mendirikan posko kesehatan di Balai Desa Tluwah untuk menangani korban.
Kepala desa dan tenaga medis terus memantau perkembangan kasus agar jumlah korban tidak bertambah.
Penanganan Lanjutan
Dinkes Pati menegaskan, investigasi terhadap kasus ini akan dilanjutkan hingga penyebab pasti keracunan dapat dipastikan.
"Semoga tidak ada penambahan korban dan semua pasien segera pulih," ucap Kepala Dinkes Pati Aviani. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria