RADARSOLO.COM – Kasus pemukulan terhadap Benidektus Adi Prianto, seorang fisioterapi Persib Bandung, dipastikan tidak ada kaitannya dengan hasil pertandingan antara Persis Solo dan Persib Bandung yang berlangsung di Stadion Manahan, pada Minggu (29/12) malam.
Dalam laga tersebut, Persis Solo harus menerima kekalahan 0-1 atas Persib Bandung.
Kapolresta Solo Kombes Pol Iwan Saktiadi menegaskan, pertandingan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar, termasuk saat penonton meninggalkan stadion.
"Pertandingan berlangsung tanpa kendala, dan seluruh suporter di stadion bubar dengan tertib," ujarnya Senin (30/12) siang.
Namun, insiden terjadi di luar stadion. Sekelompok oknum suporter, yang diketahui tidak menyaksikan langsung pertandingan di stadion, tetapi menonton bersama (nobar) di luar, diduga melakukan intimidasi terhadap tim Persib di Stasiun Solo Balapan.
Salah satu dari mereka menyerang Benidektus Adi Prianto, yang saat itu berada di stasiun untuk kembali ke Bandung menggunakan kereta api. Beruntung, korban tidak mengalami luka serius.
"Kami berhasil mengidentifikasi pelaku yang diketahui berinisial AMA melalui rekaman CCTV di sekitar lokasi. Saat ini, satu orang telah diamankan, dan yang bersangkutan telah mengakui perbuatannya," tambah Kombes Pol Iwan Saktiadi.
Pelaku mengenakan hoodie hijau saat kejadian dan sempat tertangkap kamera di sebuah gerai ritel di sekitar stasiun.
Dari pemeriksaan awal, pelaku mengaku memiliki dendam pribadi terhadap kelompok suporter lain akibat insiden sebelumnya di Jakarta, yang tidak ada hubungannya dengan pertandingan tersebut.
Pelaku memang mengaku sebagai pendukung Persis Solo, tetapi Iwan menegaskan bahwa ini adalah tindakan individu, bukan representasi dari pendukung Persis secara keseluruhan.
"Kemudian ini tidak ada kaitannya dengan hasil pertandingan kemarin," ungkapnya.
"Kami sudah berkoordinasi dengan berbagai elemen suporter Persis Solo, dan semuanya mengecam tindakan ini. Ini adalah ulah oknum yang mencederai upaya bersama dalam memperbaiki iklim sepak bola nasional," lanjutnya.
Kapolresta juga menyampaikan bahwa pihaknya akan terus memproses kasus ini sesuai hukum yang berlaku. Meskipun korban menyatakan tidak akan mempermasalahkan secara pribadi, dia meminta agar kasus ini tetap ditindaklanjuti.
"Kami pastikan proses hukum berjalan untuk memberikan efek jera," tegas Iwan.
Disisi lain, pihak kepolisian juga mengamankan puluhan suporter pasca pertandingan tersebut.
Di mana mereka merupakan pendukung kedua kesebelasan dan diamankan di tiga lokasi berbeda yakni Seputaran Stadion Manahan, SPBU Manahan dan Depan Stasiun Balapan Solo.
Iwan mengatakan sebanyak 47 suporter dari Persib Bandung dan Persis Solo tersebut diamankan pasca personil Polresta Surakarta melaksanakan pengamanan jalannya pertandingan.
"47 suporter yang terdiri dari 32 Suporter Persis Solo dan 15 Suporter Persib Bandung tersebut diamankan oleh personil Polresta Solo pasca melaksanakan pengamanan pertandingan kedua kesebelasan tersebut berlaga di Stadion Manahan Solo," ucap Iwan.
Menurut kapolresta, puluhan suporter tersebut diamankan di 3 lokasi berbeda, yakni untuk Suporter Persib Bandung diamankan di depan SPBU Manahan yang sedang berkumpul hendak kembali menuju Jogja dikarenakan bus yang mereka naiki diparkirkan di Jogja.
Sedangkan suporter Persis Solo diamankan di dua lokasi berbeda, yakni di seputaran Stadion Manahan dan depan Stasiun Solo Balapan dikarenakan hendak melakukan sweaping terhadap suporter Bandung.
Selain itu mereka juga ditemukan dalam keadaan pengaruh minuman keras dan saat dilakukan pengecekan maupun penggeledahan terhadap barang bawaan polisi berhasil mengamankan miras.
"Selanjutnya puluhan suporter tersebut dibawa ke Mako Polresta Surakarta untuk dilakukan pendataan dan pembinaan oleh pihak Kepolisian Polresta Surakarta, " pungkasnya. (atn/nik)
Editor : Niko auglandy