RADARSOLO.COM-Desa Maron di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, tidak hanya dikenal karena tanahnya yang subur.
Tetapi juga menjadi rumah bagi keberhasilan petani alpukat lokal.
Salah satu kisah inspiratif datang dari Dodik Handoko, Ketua Klaster Alpukat Probolinggo, yang sukses memberdayakan lingkungan melalui alpukat.
Melalui program pemberdayaan Klasterku Hidupku yang digagas oleh BRI, Dodik berhasil mengembangkan usahanya dari skala kecil menjadi pemasok utama alpukat Probolinggo ke berbagai wilayah Indonesia.
Bermula dari menjual 100 kilogram alpukat lokal di pasar kecil, kini Dodik mampu memasok hingga 30–40 ton alpukat ke pasar-pasar besar, seperti Pasar Induk Jakarta, Cikopo, dan Kramat Jati.
"Kalau Medan kekurangan, kami kirim dari Probolinggo. Sebaliknya, jika Jawa habis, stok dari Medan yang masuk. Jadi, saling melengkapi," ungkap Dodik, Senin (16/12).
Harga alpukat Probolinggo bervariasi, mulai dari Rp10 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram tergantung pasar.
Produk unggulan ini juga menjadi primadona di Bazar UMKM BRILiaN yang diadakan di Area Taman BRI, Jakarta. Dodik menyebut bazar tersebut sangat membantu memperluas jangkauan pasar klaster alpukatnya.
“Alpukat kami ludes dalam satu hari. Terima kasih kepada BRI atas kesempatan ini. Semoga bisa menginspirasi UMKM lainnya di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Sejak 2015, Dodik menjalin kemitraan dengan BRI melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Bermodal awal Rp50 juta, Dodik mengembangkan usahanya hingga mampu memasarkan alpukat dalam skala besar.
Baca Juga: Upaya Tak Kenal Lelah BRI Berdayakan Kelompok Usaha Tanah Miring Merauke
Ia kini meningkatkan pinjaman KUR hingga Rp150 juta untuk mendukung ekspansi usaha.
"Dengan BRI, kami tak perlu bingung soal modal. Alhamdulillah, pembayaran lancar dan kami sangat terbantu," tutur Dodik.
Dodik berharap kemitraannya dengan BRI terus berlanjut. "Semoga usaha kami semakin maju dan sukses di masa depan," pungkasnya.
Program Klasterku Hidupku merupakan strategi pemberdayaan kelompok usaha berdasarkan kesamaan wilayah dan usaha.
Direktur Bisnis Mikro BRI Supari menjelaskan, program ini bertujuan menciptakan kebersamaan dalam pengembangan usaha.
"Strategi kami fokus pada pemberdayaan sebelum pembiayaan. Dengan pendekatan ini, BRI mendukung UMKM dari fase dasar, integrasi, hingga interkoneksi," terang Supari.
Hingga saat ini, Klasterku Hidupku terus memberdayakan kelompok usaha. Seperti Klaster Alpukat Probolinggo, untuk berkembang dan memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar. (*)
Editor : Tri Wahyu Cahyono