RADARSOLO.COM - Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Didik Haryadi menggelar aksi jalan kaki dari Jakarta menuju Boyolali.
Aksi ini dimulai hari ini, Rabu (1/1/2025), dengan start dari dari area Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, mulai pukul 06.00 WIB.
Berdasarkan penelusuran Radar Solo, aksi yang dilakukan anggota DPR RI ini dilakukan untuk memenuhi janjinya.
"Ini adalah janji pribadi saya kepada Allah SWT. Setiap orang pernah berjanji di hadapan Tuhan, dan saya ingin menepati janji itu selama saya masih diberi kesempatan hidup," kata Didik di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/1/2025).
Didik memang punya nazar, jika terpilih menjadi anggota DPR dari Daerah Pemilihan (Dapil) V Jawa Tengah, maka dia berjalan kaki dari Jakarta-Boyolali.
Dia juga menjelaskan bahwa nazar tersebut menjadi bentuk komitmen dirinya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat di daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah V yang merupakan dapilnya, yakni Boyolali, Klaten, Sukoharjo, dan Surakarta.
"Saya ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa saya siap berkorban dan bekerja keras untuk memperjuangkan aspirasi mereka, meski prosesnya tidak mudah dan penuh tantangan," ujar pria yang akrab disapa Didik Melon ini.
Tidak hanya itu saja, Didik juga menegaskan bahwa langkah berjalan kaki ke Boyolali sebagai dedikasi menjadi kader PDIP dalam menghargai proses secara ikhlas.
"Ini juga merupakan kado pribadi bagi partai saya, PDI Perjuangan, dalam menyambut ulang tahun partai," ujarnya.
Didik mengatakan langkahnya berjalan menjadi bagian dalam merayakan hari ulang tahun PDIP yang jatuh pada 10 Januari.
"Insyaallah nanti berakhir (finish) di kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Boyolali dan sekali lagi perjalanan ini juga saya berikan sebagai kado terindah di ulang tahun PDIP," ujarnya.
Dia menjelaskan bahwa perjalanan dengan jarak sekitar 500 kilometer yang akan dia lakukan diperkirakan berlangsung selama lebih dari seminggu.
Oleh karena itu, Didik mengatakan bahwa telah menyiapkan tim medis.
"Perkiraan ada 11 pos (pemberhentian), dan kemungkinan maksimal ada 11 hari (perjalanan) kalau semua lancar, karena juga tergantung dengan situasi cuaca,” katanya. (dam)
Editor : Damianus Bram